WONOSARI-KAMIS LEGI | Pemimpin pada tingkat mana pun tidak elok ketika birokrasi mengalami trobel lalu kesalahan ditimpakan kepada anak buah. Human eror pada dasarnya merupakan bagian dari kelemahan makhluk bernama manusia sejak zaman Nabi Adam.
Siti Hawa melakukan kesalahan besar, memakan buah larangan pada saat dia tinggal di surga, padahal sebelumnya Allah SWT memberi tahu kepada Adam agar tidak mendekati buah larangan. Mendekati saja tidak boleh, tetapi Siti Hawa istri Nabi Adam malah memakannya.
Atas kesalahan itu Nabi Adam bertanggungjawab, menerima perintah Allah SWT turun ke bumi guna menebus kesalahan yang dilakukan istrinya. Nabi Adam dikodratkan sebagai pemimpin, dia gentel mengembara di bumi menjalani ujian terberat.
Ade Yasin Bupati Bogor ketika terkena OTT KPK menuding kesalahan anak buahnya. Itu mencerminkan jiwa yang maunya lepas tangan. Beruntung buru-buru dia menjelaskan, meski anak buah yang salah, Ade Yasin menyatakan siap bertanggungjawab.
Pemimpin tidak sepatutnya lepas tanggungjawab ketika anak buah melakukan kesalahan seberapa pun kesalahan itu.
Harus diakui bahwa birokrasi pemerintahan di Indonesia, sebersih apapun pasti ada titik lemah. Kabupaten Gunungkidul belakangan ini juga demikian.
“Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) trobel karena dia tidak pandai menjelaskan konsep pengembangan tata kota Wonosari kemudian melahirkan salah interpretasi di kalangan masyarakat. Itu bukan semata-mata kesalahan individual,” kata Joko Priyatmo (Jepe), 5-5-2022.
Menurutnya, hal tersebut merupakan kekeliruan kolegial karena pertama, Kadinas PUPR tidak bekerja sendirian. Kedua, dia duduk di kursi Kadinas yang memerintahkan pasti Bupati, bukan yang lain.
“Dulu pertimbangannya apa? Apakah dengan penelusuran jejak rekam atau hanya karena atas dasar senang dan tidak senang? Menyalahkan Kadinas PUPR rasanya tidak adil,” kata Jepe.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengakui bahwa ada yang salah terutama cara komunikasi yang dilakukan Kepala Dinas PUPR.
Bupati menilai Kadinas PUPR dalam hal berdialog dengan masyarakat terlalu kaku sehingga gagal jadi komunikator yang baik.
Padahal, menurut Bupati Sunaryanta, tobong hanya sebagian kecil dari penataan wajah menuju kota Wonosari yang direncanakan multiyears sampai dengan 2024 ke depan.
“Insya Allah semua akan tertata dengan baik. Mohon dukungan semua pihak sehingga penataan wajah Wonosari berjalan lancar,” ujar Bupati Sunaryanta. (Bambang Wahyu)
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta, M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, Sebanyak 1.054 lulusan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode IV…