Masuk Area Terlarang Watu Togok, Wisatawan Pantai Selatan Asal Jakarta Hilang

979

GUNUNGKIDUL – SELASA PAHING |Pencarian korban laka laut Pantai Siung, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) oleh tim SAR Gabungan di hari kedua, belum membuahkan hasil, Selasa (29/07).

Sebelumnya, Azka Nurfadillah (28), seorang wisatawan asal Pondok Ranggon RT00/006, Jakarta Timur, dilaporkan hilang di Pantai Siung, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, sejak, Minggu (27/07) pagi.

“Korban diduga terseret arus Pantai Siung, sekitar pukul 10.30 WIB.” demikian laporan tim SAR Gabungan yang dirilis, Selasa (29/07).

Kronologi
Bermula pada Kamis, 24 Juli 2025, Pukul 17.30 WIB, Azka tiba di Pantai Siung. Untuk selanjutnya, korban diketahui menyewa tenda camping.

“Kemudian, pada hari Jum’at, 25 Juli 2025, pukul 07.00 WIB, Azka mendatangi petugas SAR, menanyakan jalan menuju lokasi Watu Togok, sembari menunjukan video pada Hp milik korban,” terang laporan tim SAR.

Karena alasan keselamatan, tim SAR mencoba menggagalkan niatnya. Korban diminta untuk tidak mendatangi tempat tersebut.

“Dihimbau untuk tidak mendatangi Watu Togok, karena tempat tersebut berbahaya, dan tidak boleh dijamah oleh pengunjung,” jelasnya.

Kemudian pada pukul 13.00 WIB, lebih lanjut dijelaskannya, melalui seorang nelayan, tim SAR mendapat informasi, bahwa seorang pengunjung perempuan berada di Watu Togok, yang berlokasi di balik gunung, sebelah Timur Pantai Siung.

“Laporan segera ditindak lanjuti, tim SAR berhasil mengajak Azka kembali ke-Pantai Siung dan hingga Sabtu, 26 Juli 2025 dini hari, Azka masih terlihat di depan tenda camping,” tandasnya.

Meski demikian, pada Sabtu sekitar pukul 07.00 WIB, Azka tidak ditemukan di tenda camping, hingga akhirnya pemilik membongkar tenda tersebut, lantaran telah waktu sewa.

Sementara itu, pada Minggu 27 Juli 2025, tukang parkir Pantai Siung, melaporkan adanya sepeda motor Honda Vario 160 terparkir sejak Kamis, dan belum diambil oleh pemiliknya.

Laporan tersebut, disampaikan ke pihak Polisi Polsek Tepus. Sehingga, oleh pihak polisi, kemudian dilakukan identifikasi, dan ditemukan sebuah tas yang berisi HP, Pakaian, serta dompet yang di dalamnya berisi identitas berupa SIM, dan sejumlah barang lain.

Dengan petunjuk tersebut, selanjutnya tim SAR Gabungan mulai melakukan pencarian dan membagi tugas dengan penyisiran udara menggunakan drone yang dilakukan oleh SRU 1.

Sementara, SRU 2 dilaporkan melakukan penyisiran darat, dan pemantauan di atas tebing ke arah Timur sejauh 1 Km. Sedang, SRU 3 menyisir laut menggunakan jetski, dan prahu jukung.

Namun, usaha pencarian korban terpaksa ditunda, mengingat kondisi gelombang laut yang cukup tinggi dan berbahaya.

“Hingga Selasa, (29/07) pukul 17.00 WIB, hasil pencarian masih nihil, dan pencarian akan dilanjutkan, Rabu (30/07),” demikian tutup laporan tim SAR Gabungan.

Penulis: Akbar Nhs
Editor: HRD

Ikuti infogunungkidul di Facebook, Instagram, dan WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaDcLx896H4QJGQ1ZS0v



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.