Categories: PEMERINTAHAN

Masyarakat Harus Paham Benar Soal Biaya PTSL

GEDANGSARI, SABTU PAHING-Supaya tidak terjadi kisruh di masyarakat, besaran pungutan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) diharap mengikuti aturan yang berlaku. Hal ini terungkap dalam sosialisasi PTSL Desa Mertelu, Kecamatan Gedangsari Kamis (20/07).

Tugiman, Kepala Desa Mertelu dalam forum sosialisasi menjelaskan, sisa tanah yang terletak di Desa Mertelu, belum bersertifikat antara 4000 sampai 5000 bidang.

Sosialisasi yang dilaksanakan di Balai Desa Mertelu merupakan sosialisasi awal, supaya masyarakat memahami tentang program PTSL. Menurut Tugiman, tahun 2019 program Desa Mertelu mensetifikatkan 4000 sampai 5000 harus selesai.

Tugiman menjelaskan, mengikuti program PTSL ada dua keuntungan. Pertama, mengurangi perebutan batas, kedua meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Sertifikat bisa digunakan untuk agunan di bank bagi yang mempunyai usaha. Ini artinya bisa meningkatkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Ditambahkan, upaya ini merupakan bentuk nyata dalam hal mensejahterakan masyarakat Desa Mertelu.

“Sisa waktu yang sedikit ini akan saya pertaruhkan untuk masyarakat, karena tanggal 13 Oktober 2019, sudah ada pilihan kades baru,” kata Tugiman.

Di tempat yang sama Camat Gedangsari, M. Imam Santoso, SIP, menyambut baik program yang dicanangkan Kades Mertelu. Perlu diingat, program PTSL pertanggungjawabannya ada di pemerintahan desa.

“Oleh karena itu pemdes harus membentuk PPK supaya pungutan program PTSL dituangkan dalam perdes,” jelasnya.

Pungutan PTSL, menututnya harus sesuai dengan Peraturan Bupati Gunungkidul No. 47 tahun 2017.

“Dalam perbup disebutkan besaran biaya persiapan PTSL paling banyak sebesar Rp. 150.000,00,” tandasnya .

Tapi ingat, tambahnya, biaya itu belum masuk biaya pembuatan akta PPAT, biaya perolehan hak atas tanah dan bangunan (PBHTB). Termasuk belum biaya pajak penghasilan (PPh), serta patok dan materai yang melebihi ketentuan.

“Masyarakat harus memahami hal ini, sebingga tidak ada lagi kekisruhan karena kurangnya pemahaman,” pungkasnya. (Jk/ig)

infogunungkidul

Recent Posts

Polres Gunungkidul akan Usut Tuntas Kasus Dugaan Penganiayaan Brutal Terhadap Seorang Remaja di Wonosari

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang tergolong brutal bahkan sadis terhadap…

2 hari ago

Remaja di Gunungkidul Dikeroyok, Disiram Miras, Luka Dilumuri Garam

WONOSARI – RABU KLIWON, Seorang remaja di Gunungkidul, menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan brutal oleh…

3 hari ago

Kliwon Ditemukan Selamat di Hutan Sanglor

GUNUNGKIDUL - SABTU LEGI , SEORANG Lansia berhasil ditemukan tim SAR Gabungan dengan selamat setelah…

7 hari ago

Seorang Pria ODGJ Ditemukan Gantung Diri

GUNUNGKIDUL — RABU PON, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) warga Kalurahan Katongan, Kapanewon Nglipar, Kabupaten…

1 minggu ago

Kecelakaan Beruntun, Seorang Pemotor Meninggal Dunia

GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…

3 minggu ago

Melintas di Bokong Semar, Truk Tronton Terguling

BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…

4 minggu ago