EKONOMI

Menangguk Untung Jutaan Dari Berkah Idul Kurban

PALIYAN, Jumat Wage–Disaat orang lain sibuk dengan penyembelihan ternak kurban, beda halnya dengan yang dilakukan Siyan 25, warga Desa Mullusan, Kecamatan Paliyan ini. Dia justru sibuk menata lembar demi lembar kulit kambing dan sapi yang menggunung di Padukuhan Lemahbang, Desa Karangasem, Kecamatan Paliyan. Ia memilah kulit sesuai dengan besar kecilnya kulit yang habis dibeli.

Kepada infogunungkidul, Siyan, mengaku kulit kambing yang ia dapatkan dikumpulkan dari masjid dan tempat penyembelihan kurban di sekitar Kecamatan Paliyan. Tak tanggung-tanggung, dari hasil mengepul itu dia mendapatkan ratusan lembar kulit kambing dan sapi hanya hari ini saja.

Untuk mendapatkan lembaran kulit kurban, Siyan mengaku sejak jauh hari sudah melakukan loby-loby kepada takmir masjid yang menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban. Tak hanya di wilayah Paliyan, dari kecamatan lain pun dihubungi. Hari Raya Idul Adha adalah waktu panen raya untuk menangguk untung besar dari bisnis kulit hewan kurban bagi Siyan.

“Kulit kambing ukuran kecil kita beli Rp 16.500 per lembar, kalau yang besar harganya menyesuaikan,” katanya.

Harga mahal, kata Siyan, sebenarnya berlaku untuk kulit domba yang lebih tebal dibanding kambing. Kisaran harganya Rp 50.000 sampai Rp 55.000 per lembar.

“Tapi jarang ada yang kurban domba di Gunungkidul ini,” ujarnya.

Untuk kulit sapi, dia mengaku membeli dengan hitungan per kilogram. Satu kilogram kulit sapi dihargai antara Rp 15.000,- sampai Rp 18.000,- tergantung kualitas kulit dari proses pengeletan yang dilakukan jagal. Jika mulus, harganya bisa tinggi. Namun jika ada lobang, harganya bisa anjlok.

“Satu lembar kulit sapi beratnya antara 20 sampai 50 kilogram. Itu bisa dilihat besar kecilnya sapi yang disembelih,” lanjutnya.

Setelah selesai ditata, sambungnya, seluruh kulit yang dia dapatkan selama hari raya kurban akan dikirimkan ke bandar besar kulit di Yogyakarta maupun Wonogiri. Oleh bandar, kulit tersebut kemudian dikeringkan dan disamak. Hasil penyamakan kulit lalu dijual ke pengrajin berbahan baku kulit.

“Biasanya digunakan untuk bahan jaket, tas, sepatu, sabuk dan barang kerajinan lainnya,” tambahnya.

Selama Idul Adha berlangsung, Siyan mengaku mendapatkan untung yang sangat besar. Tak tanggung-tanggung, omzet yang didapatkannya tembus jutaan rupiah per hari. Sebab selain hari ini, masih ada 3 hari tasyrik bagi umat muslim untuk menyembelih hewan kurban. Dan ini menjadi peluang bisnis nan menggiurkan bagi Siyan.

 

Reporter: Huri Ananda

infogunungkidul

Recent Posts

Polda DIY Raih Penghargaan 12 Satker Predikat Pelayanan Prima & Zona Integritas

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…

4 hari ago

Kakek 70 Tahun Gantung Diri di Pohon Jambu Mete

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta,  M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…

4 hari ago

Scoopy Tabrak Ambulan PMI, Satu Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…

4 hari ago

Mobil Brimob Polda DIY Terserempet KA Bandara

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…

4 hari ago

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Peringkat Tertinggi PTKIN di Indonesia

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…

4 hari ago

Ribuan Lulusan Pascasarjana UGM Jalani Proses Wisuda

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, Sebanyak 1.054 lulusan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode IV…

4 hari ago