Sambil menyesali diri kenapa tadi tidak aku beli, hanya karena tergesa lampu nyala hijau, mungkin juga ada sedikit keangkuhan sehingga saya tak mau beli, agar tak menjadi kebiasaan mereka. Itulah kesalahan saya.
Kisah ini saya tulis karena saya tak kuat menyimpanya sendiri, biar untuk mengingatkanku, agar aku tidak selalu berprasangka negatif kepada orang lain.
Pesan moralnya, jangan menilai keburukan orang lain hanya karena mereka kelihatan miskin dan tidak mampu.
Kekayaan tidak bergantung seberapa banyak yang kita punya, tetapi seberapa kita mampu berbagi kepada mereka yang tidak mampu.
Miskin bukan berarti tidak PUNYA APA APA dan KAYA bukan berarti PUNYA SEGALANYA.
Mungkin hari ini kita di atas tanah, tapi esok lusa tanah pasti di atas kita, hidup hanya sekali. Jadi buat apa kita menyombongkan diri.
Jangan lupa bersyukur dan jangan sombong dengan apa yang kita punya, jangan juga bangga dengan semua hal. (Slamet, S.Pd. MM)
Nglebak, 6 Februari 2020.






