Merunut 6 Program Jokowi Pada Nawa Cita 1

315

WONOSARI, MINGGU PAHING-Presiden Jokowi membagi Nawa Cita 1 ke dalam 6 program utama. Sejauh mana tingkat keberhasilan program tersebut, sepenuhnya berada di tangan masyarakat.

Selama memegang kekuasaan, Presiden Jokowi menaruh perhatian besar terhadap tragedi kemanusiaan yang terjadi di berbagai belahan dunia. Ini merupakan konsistensi dari sikap politik luar negeri yang bebas aktif.

Bantuan terhadap Pengungsi Rohingya, misalnya, diapresiasi oleh Jasa Putra dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak, periksa di: http://nasional.kontan.co.id/news/

Jokowi menghadapi pekerjaan berat menyangkut soal perlindungan terhadap pekerja migran yang terancam hukuman mati.

Melalui http://nasional.kontan.co.id/vews/ Anis Hidayah, Direktur Eksekutif Migrant CARE mengungkapkan, setidaknya 265 Buruh Migran Indonesia (BMI) terancam hukuman mati. Menurut data yang dihimpun Migrant Care, di Malaysia 213 BMI sedang dalam proses hukum, 70 kasus sudah divonis hukuman mati.

“Di Arab Saudi terdapat sembilan kasus dengan vonis tetap hukuman mati dan 33 kasus dalam proses. Di China terdapat sembilan kasus vonis tetap hukuman mati dan 18 kasus masih dalam proses. Hal ini sangat memprihatinkan,” ujar Anis Hidayah dalam keterangan persnya, Jumat (27/12/13) silam.

Berdasarkan kenyataan pahit Presiden Jokowi bilang, Kami menghadirkan kembali Negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara.

Mengenai berapa jumlah BMI yang terancam hukuman mati yang berhasil diselamatan Jokowi, tidak banyak dipublikasikan.

Item ketiga dari Nawa Cita 1, Menteri Susi Pudji Astuti dipuji habis-habisan karena sukses menenggelamkan kapal pencuri ikan, meski akhirnya cara tersebut menjadi kontroversi. Kritikan pada Susi, mencuat ketika dia melarang nelayan tradisional menggunakan cantrang.

Anggaran pertahanan, yang diposisikan pada prioritas keempat pada Nawa Cita 1, ditarget anggaran sebesar 1,5% dari PDB.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, sebelum dicopot dari jabatannya mengatakan, alat utama sistem pertahanan (alutsista), dan kesejahteraan prajurit serta perumahan, pertahun dianggarkan Rp 160 triliun, cermati di: https://bisnis.tempo.co/read/710988/.

Kerja Jokowi di sektor alutsista dan kesejahteraan prajurit berhimpitan dengan program pengembangan industri pertahanan yang diletakkan pada item ke lima.

Yang terakhir, Jokowi bertekad membangun rasa aman bagi seluruh warga negara dengan mengembangkan institusi Polri yang profesional.

Di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, Polri berkomitmen menjadi institusi yang profesional, modern, dan tepercaya.

Hal itu diwujudkan dalam bentuk penandatanganan komitmen integritas seluruh kepala biro sumber daya manusia Polda se-Indonesia.

“Dengan komitmen ini, seluruh pejabat pengelola SDM Polri memahami, menyadari, dan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan jujur dan amanah serta bebas KKN (korupsi, kolusi, nepotisme),” kata Asisten SDM Kapolri Irjen Arief Sulistyanto Jumat (25/8/2017), lihat di https://.detik.com/berita/d-3615364/.

Menilai keberhasilan Nawa Cita 1, harus dilihat secara makro. Artinya, pelaksanaan jajaran pemerintah pusat sampai daerah, patut dicermati. Pasalnya, Nawa Cita masuk di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menenah Nasional (RPJM-Nas) 5 tahun pemerintahan Jokowi. Redaksi




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.