GEDANGSARI, Jumat Pon | Warga Padukuhan Manggung, Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari menggelar tradisi adat Nyadran di petilasan Prabu Brawijaya V, Selasa (30/04).
Membawa ubo rampe persembahan dalam wadah jodhang yang dipikul, masyarakat jalan kaki menempuh jarak panjang dengan kondisi jalan menanjak dan curam, menjadi ciri khas prosesi adat budaya Nyadran masyarakat Desa Ngalang.
Ketua panitia Nyadran Desa Ngalang Satijan menjelaskan, tradisi Nyadran berlangsung turun temurun, sebagai bentuk pengabdian warga masyarakat untuk melestarikan tradisi adat budaya agar tidak tergerus kemajuan zaman.
Lebih lanjut menurut Satijan, dimulai dari titik kumpul Balai Desa Ngalang warga masyarakat membawa ubo rampe berupa hasil pertanian, ingkung, jadah, dan makanan lainnya, dibawa dengan wadah berupa Jodhang menuju lokasi upacara adat Nyadran di Gadean Gunung Gentong dengan jarak sekitar 3 kilo meter.
“Pembawa jodhang tersebut tidak boleh istirahat atau berhenti sebelum sampai di Watu Lincip,” jelas Satijan.
Page: 1 2
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…
JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…
GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…
GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…
GUNUNGKIDUL – SABTU WAGE, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Perempatan…