Satijan menambahkan, setelah sampai di Watu Lincip, jodhang diarak menuju ke lokasi upacara Nyadran untuk diserahkan kepada sesepuh pelaksana upacara adat.
“Lokasi tempat Nyadran adalah Gadean, yaitu petilasan Prabu Brawijaya V bersama patihnya ketika dalam pelarian dari raja Demak. Beberapa tempat yang disinggahi Prabu Brawijaya diyakini sebagai cikal bakal Desa Ngalang.dan sekitarnya. Tradisi ini juga sebagai bentuk penghormatan warga kepada leluhur,” ungkap Satijan.
Sementara itu Kepala Bidang Pelestarian Warisan dan Nilai Budaya, Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul, H. Chairul Agus Mantara, SIP, MM menyampaikan, Nyadran bisa dimaknai sebagai penghormatan kepada para leluhur yang berjasa dalam kehidupan masyarakat tempo dulu dan saat ini.
Selain itu, kegiatan tradisi Nyadran menurut Agus Mantara, dapat dijadikan sebagai wisata budaya. Kedepan event Nyadran tersebut akan dikonsep lebih baik dengan menggandeng Dinas Pariwisata Gunungkidul.
“Maknanya kita melestarikan budaya, dan lewat tradisi Nyadran kita mendoakan para leluhur serta menggalang gotong royong masyarakat dapat menyatu berbaur tanpa memandang agama dan pilihannya. Event ini juga berdampak ekonomi masyarakat,” jelasnya. (Ag)
Page: 1 2
YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, SEJUMLAH wilayah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hari ini diperkirakan…
WONOSARI - KAMIS KLIWON | BDM (58) seorang lelaki pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS), Dinas…
GUNUNGKIDUL – KAMIS KLIWON | Kecelakaan tragis menimpa seorang pelajar Sekolah Dasar (SD) di Jalan…
GUNUNGKIDUL - KAMIS KLIWON Setidaknya 1.780 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilarang beroperasi untuk sementara…
YOGYAKARTA - RABU PON | POLRES Bantul resmi menerbitkan Daftar Pencarian Orang atau (DPO) terhadap…
GUNUNGKIDUL – SENIN PAHING, Diduga kehilangan kendali, sepasang suami istri lanjut usia alami kecelakaan tunggal…