Satijan menambahkan, setelah sampai di Watu Lincip, jodhang diarak menuju ke lokasi upacara Nyadran untuk diserahkan kepada sesepuh pelaksana upacara adat.
“Lokasi tempat Nyadran adalah Gadean, yaitu petilasan Prabu Brawijaya V bersama patihnya ketika dalam pelarian dari raja Demak. Beberapa tempat yang disinggahi Prabu Brawijaya diyakini sebagai cikal bakal Desa Ngalang.dan sekitarnya. Tradisi ini juga sebagai bentuk penghormatan warga kepada leluhur,” ungkap Satijan.
Sementara itu Kepala Bidang Pelestarian Warisan dan Nilai Budaya, Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul, H. Chairul Agus Mantara, SIP, MM menyampaikan, Nyadran bisa dimaknai sebagai penghormatan kepada para leluhur yang berjasa dalam kehidupan masyarakat tempo dulu dan saat ini.
Selain itu, kegiatan tradisi Nyadran menurut Agus Mantara, dapat dijadikan sebagai wisata budaya. Kedepan event Nyadran tersebut akan dikonsep lebih baik dengan menggandeng Dinas Pariwisata Gunungkidul.
“Maknanya kita melestarikan budaya, dan lewat tradisi Nyadran kita mendoakan para leluhur serta menggalang gotong royong masyarakat dapat menyatu berbaur tanpa memandang agama dan pilihannya. Event ini juga berdampak ekonomi masyarakat,” jelasnya. (Ag)
Page: 1 2
YOGYAKARTA - JUMAT LEGI, PROFESOR Sony Warsono, MAFIS, Ph.D.,CA, Ak resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar…
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…
GUNUNGKIDUL-SENIN PAHING, SD Muhammadiyah Mulusan II Padukuhan Mahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, menggelar kegiatan jalan…
SLEMAN-SENIN PAHING, SEORANG kakek berinisial N (73) warga Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, DIY tewas…
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 210 mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta yang terpilih sebagai kakak asuh…
RONGKOP - KAMIS PON, Musim kemarau panjang tahun ini membawa tantangan ganda bagi Kabupaten Gunungkidul.…