“Mikul Jodang” Khas Tradisi Nyadran Gunung Gentong

319

GEDANGSARI, Jumat Pon | Warga Padukuhan Manggung, Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari menggelar tradisi adat Nyadran di petilasan Prabu Brawijaya V, Selasa (30/04).

Membawa ubo rampe persembahan dalam wadah jodhang yang dipikul, masyarakat jalan kaki menempuh jarak panjang dengan kondisi jalan menanjak dan curam, menjadi ciri khas prosesi adat budaya Nyadran masyarakat Desa Ngalang.

Empat Besar Festival Langen Carita Bocah, Diborong Kelompok Putaran 1

Ketua panitia Nyadran Desa Ngalang Satijan menjelaskan, tradisi Nyadran berlangsung turun temurun, sebagai bentuk pengabdian warga masyarakat untuk melestarikan tradisi adat budaya agar tidak tergerus kemajuan zaman.

Lebih lanjut menurut Satijan, dimulai dari titik kumpul Balai Desa Ngalang warga masyarakat membawa ubo rampe berupa hasil pertanian, ingkung, jadah, dan makanan lainnya, dibawa dengan wadah berupa Jodhang menuju lokasi upacara adat Nyadran di Gadean Gunung Gentong dengan jarak sekitar 3 kilo meter.

“Pembawa jodhang tersebut tidak boleh istirahat atau berhenti sebelum sampai di Watu Lincip,” jelas Satijan.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.