EKONOMI

Miniatur Kapal Pesiar Hasil Karya Pemuda Ponjong Laku Terjual Hingga Belasan Juta Rupiah

PONJONG-JUMAT WAGE | Pradana (28) warga Tanggulangin, Kalurahan Genjahan, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, mampu membuat beberapa miniatur kapal pesiar dengan bahan dasar bambu. Dengan hasil tangan kreatifnya Pradana mampu meraup keuntungan jutaan bahkan puluhan juta rupiah.

Tampak di sudut rumahnya, Miniatur kapal pesiar Costa Smeralda terpajang di ruang depan. Kapal pesiar Kelas Excellence ini menarik perhatian siapapun yang datang mengunjungi kediamannya. Miniatur kapal pesiar yang memang beroperasi sejak tahun 2019 tersebut merupakan salah satu karya Pradana.

“Miniatue Kapal Pesiar ini menjadi sampel untuk pajangan, memang sudah ada yang menawar, tapi belum saya lepas,” katanya, Kamis (24/09/2020) siang.

Meski dirinya lupa dengan karya yang ke berapa, namun 8 karya miniatur kerajinannya telah terjual.

Pada awalnya, diceritakan Pradana, ia termotivasi membuat miniatur kapal hanyalah dari iseng belaka, tak disangka dengan karyanya ini justru mendatangkan rezeki tersensdiri baginya.

“Ada dua kapal pesiar yang sedang saya kerjakan saat ini, Nieuw Statendam dan Holland America Line, tapi pengerjaannya masih 70-an persen. Keduanya ini memang pesanan dari lembaga sekolah pelayaran dan perhotelan,” ucapnya.

Dikatakannya Pradana, pertama kali membuat karya kerajinan miniatur kapal pesiar selepas pulang dari tempat temannya yang memang bekerja di sebuah kapal pesiar. Di kediaman temannya itulah ia melihat miniatur kapal hasil cetakan mesin berkombinasi bahan fiber. Pradana pun lantas berniat membuatnya dengan bahan lain yakni, dengan bahan dasar bambu.

“Pernah mencoba 3 kali membuat tapi gagal, atau bisa dibilang hasilnya tidak bagus. Baru yang ke empat dapat memuaskan dan laku terjual,” jelasnya.

Karya yang telah terjual, diakui Pradana, antara Rp 5 hingga 12 jutaan. Miniatur kapal jenis Royal Caribbean inilah yang menjadi karya termahal bagianya dengan nilai jual mencapai Rp 12 juta rupiah.

Harga yang dipatok, menurut Pradana, menyesuaikan ukuran miniatur serta kerumitan pembuatan. Adapun karya yang saat ini sedang dibuat Pradana, memiliki ukuran panjang 1 meter hingga 1,5 meter.

“Setahu saya, kalau di DIY belum ada pengerajin yang membuat miniatur kapal pesiar berbahan bambu,” jelasnya.

Diakui Pradana, membuat karya miniatur kapal kini menjadi pekerjaan pokok baginya.

“Pemesan terjauh saat ini dari Sulawesi,” pungkasnya. (Hery)

infogunungkidul

Recent Posts

Pria asal Semanu Tewas Tertemper Kereta Api

SLEMAN - KAMIS LEGI, SEORANG pria tewas akibat tertemper kereta api di jalur KA KM…

1 hari ago

Polda DIY Larang Seluruh Personel Gunakan Vape

YOGYAKARTA – SELASA WAGE, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta melarang seluruh personelnya menggunakan rokok Elektrik atau…

4 hari ago

Truk Hino Terguling di Tikungan Bokong Semar, Sopir Luka Memar

BANTUL - SENIN PON, KECELAKAAN tunggal yang melibatkan sebuah truk Hino bernomor polisi H-8168-OH terjadi…

5 hari ago

Kapolresta Sleman Bantah Bagi-bagi Uang Rp50 Ribu dalam Bazar di Maguwoharjo

SLEMAN - SABTU LEGI, KAPOLRESTA Sleman, Polda DIY AKBP Dhimas Prasetyo membantah adanya informasi yang…

6 hari ago

Ribuan Mahasiswa UGM Wisuda Pascasarjana Tahun Akademik 2026/2027

YOGYAKARTA - SABTU LEGI, UNIVERSITAS Gadjah Mada (UGM) menggelar wisuda Program Pascasarjana Periode I Tahun…

7 hari ago

Kapolda DIY Imbau Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, Kepolisian Daerah (Polda) DI. Yogyakarta menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, tidak…

1 minggu ago