PERISTIWA

Misteri Baru: Pulung Gantung Sumpah Serapah Nyi Ageng Giring

WONOSARI-SABTU PAHING | Seniman, Budayawan sekaligus politisi, Heri Nugroho, S.Sn. membeberkan misteri baru yang cukup mengagetkan. Berdasarkan buku kuno yang ditulis dengan aksara Jawa, jauh sebelum Mataram Islam berdiri 1584, gantung diri di Gunungkidul diduga karena sumpah serapah Nyi Ageng Giring.

“Buku tersebut karya Brahmana, kini telah diterjemahkan dan ditulis dalam bahasa latin oleh seorang guru kerabat Sri Sultan Hamengku Buwono Ke-3,” ujar Heri Nugroho, di rumah tinggalnya, Ledoksari, Kepek, Wonosari, 5-6-2021, tanpa menyebut judul buku, penulis buku, maupun penerjemahnya.
Ketika Ki Ageng Pemanahan minum degan (air kelapa muda) milik Ki Ageng Giring jauh sebelum Mataram Islam, sumpah serapah itu meluncur spontan dari ucapan Nyi Ageng Giring.

“Wilayah Gunungkudul akan selalu minta tumbal berupa kepala manusia,” demikian kutukan Nyi Ageng Giring, versi buku yang disebut Heri Nugroho itu.

Di dalam buku kuno tersebut, menurut Heri Nugroho di ditulis pula mantra penawar kutukan.

Tidak atas nama institusi DPRD Gunungkidul Heri Nugroho menyatakan akan segera melakukan upacara pembacaan mantra (doa) untuk menangkal sumpah serapah Nyi Ageng Giring yang kini diyakini berubah bentuk menjadi pulung gantung.

“Kecenderungan gantung diri di Gunungkidul, bisa diakhiri dengan cara lain yaitu dengan mengucap mantra pengusir sumpah serapah Nyi Ageng Giring,” ungkap Heri Nugroho.

Seperti diketahui, ketika Ki Ageng Giring sedang mandi besar atau keramas di tepi Kali Gowang, tanpa permisi Ki Ageng Pemanahan meminum degan yang diyakini sebagai simbol turunnya Wahyu Keraton Mataram.

Ki Ageng Giring minta kesempatan untuk menjadi Raja Mataram, tetapi Ki Ageng Pemanahan pilih menggantung jawaban tidak melayaninya.

Karena anak turun Ki Ageng Giring tidak ada peluang menjadi Raja Mataram maka Nyi Ageng jengkel kemudian menyumpahi, bahwa Gunungkidul selamanya akan ada permintaan tumbal berupa kepala manusia.

Buku yang diceritakan Heri Nugroho menafsirkannya begitu, mulai terbuka mengapa gantung diri di Gunungkidul sulit dihentikan.

Kapan akan dilakukan pembacaan doa, Heri Nugroho hanya bilang, dalam waktu dekat. (Bambang Wahyu)

infogunungkidul

Recent Posts

Kapolresta Sleman Bantah Bagi-bagi Uang Rp50 Ribu dalam Bazar di Maguwoharjo

SLEMAN - SABTU LEGI, KAPOLRESTA Sleman, Polda DIY AKBP Dhimas Prasetyo membantah adanya informasi yang…

22 jam ago

Ribuan Mahasiswa UGM Wisuda Pascasarjana Tahun Akademik 2026/2027

YOGYAKARTA - SABTU LEGI, UNIVERSITAS Gadjah Mada (UGM) menggelar wisuda Program Pascasarjana Periode I Tahun…

1 hari ago

Kapolda DIY Imbau Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, Kepolisian Daerah (Polda) DI. Yogyakarta menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, tidak…

2 hari ago

Ratusan Mahasiswa UNY Ikuti Wisuda Periode Oktober 2026

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, SEBANYAK 876 mahasiswa Negeri Yogyakarta (UNY) mengikuti wisuda lulusan program Doktor,…

2 hari ago

Mencuri Motor, Warga Gunungkidul Ditangkap Polisi

BANTUL - RABU PON, SEORANG pria berinisial AS (34) warga Panggang, Gunungkidul, ditangkap polisi usai…

4 hari ago

Lemot Buka Rekam Medis, RSUD Wonosari Disomasi

GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…

4 hari ago