Misteri Baru: Pulung Gantung Sumpah Serapah Nyi Ageng Giring

1152

WONOSARI-SABTU PAHING | Seniman, Budayawan sekaligus politisi, Heri Nugroho, S.Sn. membeberkan misteri baru yang cukup mengagetkan. Berdasarkan buku kuno yang ditulis dengan aksara Jawa, jauh sebelum Mataram Islam berdiri 1584, gantung diri di Gunungkidul diduga karena sumpah serapah Nyi Ageng Giring.

“Buku tersebut karya Brahmana, kini telah diterjemahkan dan ditulis dalam bahasa latin oleh seorang guru kerabat Sri Sultan Hamengku Buwono Ke-3,” ujar Heri Nugroho, di rumah tinggalnya, Ledoksari, Kepek, Wonosari, 5-6-2021, tanpa menyebut judul buku, penulis buku, maupun penerjemahnya.
Ketika Ki Ageng Pemanahan minum degan (air kelapa muda) milik Ki Ageng Giring jauh sebelum Mataram Islam, sumpah serapah itu meluncur spontan dari ucapan Nyi Ageng Giring.

“Wilayah Gunungkudul akan selalu minta tumbal berupa kepala manusia,” demikian kutukan Nyi Ageng Giring, versi buku yang disebut Heri Nugroho itu.

Di dalam buku kuno tersebut, menurut Heri Nugroho di ditulis pula mantra penawar kutukan.

Tidak atas nama institusi DPRD Gunungkidul Heri Nugroho menyatakan akan segera melakukan upacara pembacaan mantra (doa) untuk menangkal sumpah serapah Nyi Ageng Giring yang kini diyakini berubah bentuk menjadi pulung gantung.

“Kecenderungan gantung diri di Gunungkidul, bisa diakhiri dengan cara lain yaitu dengan mengucap mantra pengusir sumpah serapah Nyi Ageng Giring,” ungkap Heri Nugroho.

Seperti diketahui, ketika Ki Ageng Giring sedang mandi besar atau keramas di tepi Kali Gowang, tanpa permisi Ki Ageng Pemanahan meminum degan yang diyakini sebagai simbol turunnya Wahyu Keraton Mataram.

Ki Ageng Giring minta kesempatan untuk menjadi Raja Mataram, tetapi Ki Ageng Pemanahan pilih menggantung jawaban tidak melayaninya.

Karena anak turun Ki Ageng Giring tidak ada peluang menjadi Raja Mataram maka Nyi Ageng jengkel kemudian menyumpahi, bahwa Gunungkidul selamanya akan ada permintaan tumbal berupa kepala manusia.

Buku yang diceritakan Heri Nugroho menafsirkannya begitu, mulai terbuka mengapa gantung diri di Gunungkidul sulit dihentikan.

Kapan akan dilakukan pembacaan doa, Heri Nugroho hanya bilang, dalam waktu dekat. (Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.