PEMERINTAHAN

MOU UPT Labkesmas dan SPPG, Upaya Perkuat Keamanan MBG

GUNUNGKIDUL – SELASA PON | Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas ) Kabupaten Gunungkidul resmi menjalin kerja sama strategis dengan 24 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gunungkidul, Selasa (06/01/2026). Penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) tersebut dilakukan sebagai langkah konkret untuk menjamin standar higiene dan sanitasi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bertempat di Aula UPT Labkesmas, penandatanganan MOU dihadiri Kepala UPT Labkesmas, serta para PIC dari 24 SPPG yang tersebar di seluruh kapanewon se Kabupaten Gunungkidul.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala UPT Labkesmas Gunungkidul, dr. Ari Hermawan menyampaikan, MOU merupakan bagian dari upaya UPT Labkesmas dalam mendukung program pemerintah, sekaligus sebagai bentuk pelayanan kesehatan dalam pencegahan terjadinya kasus keracunan akibat air yang tercemar oleh bakteri. Sehingga seluruh makanan yang didistribusikan ke sekolah-sekolah diharapkan telah memenuhi syarat kesehatan.

“MOU ini adalah payung hukum bagi kami untuk melakukan pendampingan teknis dan pengujian laboratorium secara berkala. Fokus utama kami adalah pemeriksaan kualitas air minum, dan air bersih yang tersedia di dapur-dapur SPPG,” ujarnya.

Kerja sama tersebut, demikian dikatakan Ari, dilatarbelakangi oleh komitmen Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk mencegah risiko keracunan pangan.

Diketahui, SPPG memegang peran vital sebagai dapur umum dalam penyediaan nutrisi bagi ribuan siswa di Gunungkidul.

Sementara itu, pihak SPPG menyambut baik inisiatif tersebut, dengan adanya MOU, SPPG merasa lebih terlindungi dan terbantu dalam memenuhi standar Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang diwajibkan oleh pemerintah pusat dan Badan Gizi Nasional.

“Kami ingin menyajikan yang terbaik bagi anak-anak. Dengan dukungan UPT Labkesmas, kami bisa memastikan secara ilmiah bahwa makanan yang kami masak tidak hanya enak, tapi juga aman dan bebas dari kontaminasi bakteri berbahaya seperti E. coli atau Salmonella,” ungkap salah satu perwakilan SPPG.

Melalui kerja sama tersebut, UPT Labkesmas Gunungkidul, menargetkan 24 SPPG yang ada, dapat melaksanakan program Makan Bergizi Gratis yang aman dan berkualitas.

Penulis: Nhs
Editor: HRD

Ikuti infogunungkidul di Facebook, Instagram, dan WA Channel: https://whatsapp.com/channel/
infogunungkidul

Recent Posts

UNS Wisuda 1.082 Mahasiswa Periode VII Tahun 2026

SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…

3 hari ago

Unjuk Rasa di Yogya Berlangsung Aman

YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…

5 hari ago

Pendidikan Khas Kejogjaan Masuk Kurikulum Perguruan Tinggi

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…

2 minggu ago

Bantul Diguncang Gempa Magnitudo 3,6

BABTUL - KAMIS WAGE, KABUPATEN Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta diguncang gempa bumi tektonik dengan…

2 minggu ago

Terbanyak Sepanjang Sejarah, UGM Wisuda 3.865 Mahasiswa

YOGYAKARTA - KAMIS WAGE, SEBANYAK 3.865 mahasiswa Universitas Gadjah Mada program sarjana dan sarjana terapan…

2 minggu ago

Belasan Ribu Mahasiswa Baru UNY Ikuti PKKMB

YOGYAKARTA - SELASA PAHING,  SEBANYAK 18.850 mahasiswa baru atau Maba Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Tahun…

2 minggu ago