Nyalon Kades, Setelah Duduk di Kursi Jangan Ditukar Jeruji

297

WONOSARI, SELASA WAGE-Gunungkidul pilkades serentak 13 Oktober 2018. Para calon kades diharap memiliki integritas. Tujuannya setelah duduk di kursi kekuasaan tidak terpeleset masuk bui karena korupsi.

Realita saat ini, Indonesia Corupption Watch (ICW) mencatat, selama 2015-2017 jumlah Kepala Desa di Indonesia yang tersangkut kasus korupsi melonjak cukup tingggi.

Dalam rilis ICW itu terliat tahun 2015 terdapat 15 Kades, pada 2016 32 orang, dan di 2017 melonjak lebih dari dua kali lipat 65 Kades. Turut menjadi tersangka 32 perangkat desa dan tiga anggota keluarga Kades.

Angka kerugian korupsi di tingkat desa mencapai Rp 47,56 miliar. Secara detail disebutkan, Rp 9,12 miliar pada 2015, Rp 8,33 miliar pada 2016, dan melonjak menjadi Rp 30,11 miliar pada 2017.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, Sujoko mengatakan, tujuan utama menjadi Kades adalah untuk memajukan desa. Untuk itu, para calon kades diharapkan memiliki integritas. Dia tak mau para calon Kades setelah terpilih tersandung sejumlah kasus hukum yang beberapa tahun terakhir sering menimpa para Kades.

“Para calon Kepala Desa yang akan ikut dalam Pilkades serentak pada 13 Oktober mendatang diharap mampu menjaga diri dan lingkungan,” kata Sujoko, Senin, (6/8).

Di samping berniat lurus, Dia berpesan, dalam bersaing meraup suara masyarakat, tak boleh memicu terjadinya kegaduhan hingga memecah belah persatuan.

Selain itu, para calon Kades harus mampu menjaga ketertiban baik selama masa kampanye maupun pasca pemilihan.

“Caloo kades dan pendukung harus lapang dada, jangan terpecah belah karena¬† pilkades,” tutup Sujoko. (Wp/ig)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.