Organisasi Pegiat Seni Dibentuk, Akan Mendapat Honorarium dari Danais

108

INFOGUNUNGKIDUL, JUMAT PAHING

WONOSARI, Heri Nugroho, seniman, budayawan, sekaligus anggota DPRD Gunungkidul, melalui akun facebook menulis kabar menggembirakan. Organisasi pegiat seni bakal dilegalkan. Personil organisasi bakal memperoleh honorarium. Sumberdana berasal dari dana keistimewaan.

“Setelah mendengarkan dan ikut diskusi dana keistimewaan, dalam rangka menghidupi seniman, penggiat keagamaan, penggiat adat tradisi, penggiat pemuda, kelompok tani dan sebagainya, ada sebuah forum, yang nanti organisasi itu dilegalkan dan mendapatkan honor dalam rangka memberikan semangat. Panjang tulisannya untuk menjabarkannya,” ujar Heri Nugroho, (30/01).

Tulisan Heri Nugroho ditanggapi Suharno, SE, matan Ketua DPRD Gunungkidul, yang mengundurkan diri dari jabatan karena berpindah partai, dari PDIP ke Nasional Demokrat (Nasdem).

“Siap. Iki saben minggu 3 kali nuthuki Wesi (menabuh gamelan) demi mbantu program pemerintah. Tapi yang memperhatikan dan ngopeni malah udu pemerintah bos. Lha gek piye kui. Silahkan dicek atau turba,” respon Suharno, isyarat memberi masukan.

Fesbuker atas nama Bolopunokawan meninpali,” Teori dari atas, memang seperti itu tetapi tergantung pemdes, bagaimana mensikapinya. Kesel usul, tapi nek gen kulo lho niki.”

Senada dengan dua respon terdahulu, Bondan Winarno, penulis naskah ketoprak sekaligus pelatih berbicara lebih mempertajam persoalan, ke arah individul pegiat seni.

“Setuju. Para pejuang kebudayaan itu jangan hanya dihargai sekali datang Rp 60 ribu potong pajak padahal disuruh mikir abot,” kata Bondan. (Bambang Wahyu Widayadi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.