RONGKOP – Rabu Legi | Ini secuil kisah sedih mbah Suwar yang rumahmya tergusur JJLS.
Pagi itu masih temaram, matahari hanya memperlihatkan semburat cahaya warna merah di ufuk timur. Sekawanan burung emprit terbang kesana kemari dari bukit satu ke bukit lainnya, nampak kebingungan mencari dahan pohon untuk hinggap, karena pohonnya telah habis tumbang, ditebang untuk proyek jalan yang dikenal dengan JJLS.
VIDEO TERBARU :
Di tengah temaramnya cahaya pagi, nampak sesosok renta dengan badan terbungkuk berdiri mematung, tangan kanan memegang “teken” kayu jati, tangan kiri memegang bekas karung beras kumal yang sudah robek karena usang.
“Mbah Suwar,” batinku, tidak pangling dengan sosok tua tetangga sebelah rumahku.
Mbah Suwar ini salah satu warga dari sekian banyak warga di kampungku yang harus kehilangan tanah dan rumahnya untuk pembangunan JJLS, jalan yang akan dibangun lebar dan mulus yang oleh para penggede Gunungkidul dan DIY katanya akan memberi kemakmuran warganya.
“Ajeng ten pundi mbah Suwar, kok pun mruput sanget ?,” sapaku dari kejauhan.
“Halah mas niki namung ajeng pados pakan ten gunung cilik mriko, weduse pun pating krembek,” jawabnya sambil menengok ke arahku.
GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON, GEMPA bumi dengan kekuatan Magnitudo 3,0 mengguncang Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah…
PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…
GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…
SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…
YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…