RONGKOP – Rabu Legi | Ini secuil kisah sedih mbah Suwar yang rumahmya tergusur JJLS.
Pagi itu masih temaram, matahari hanya memperlihatkan semburat cahaya warna merah di ufuk timur. Sekawanan burung emprit terbang kesana kemari dari bukit satu ke bukit lainnya, nampak kebingungan mencari dahan pohon untuk hinggap, karena pohonnya telah habis tumbang, ditebang untuk proyek jalan yang dikenal dengan JJLS.
VIDEO TERBARU :
Di tengah temaramnya cahaya pagi, nampak sesosok renta dengan badan terbungkuk berdiri mematung, tangan kanan memegang “teken” kayu jati, tangan kiri memegang bekas karung beras kumal yang sudah robek karena usang.
“Mbah Suwar,” batinku, tidak pangling dengan sosok tua tetangga sebelah rumahku.
Mbah Suwar ini salah satu warga dari sekian banyak warga di kampungku yang harus kehilangan tanah dan rumahnya untuk pembangunan JJLS, jalan yang akan dibangun lebar dan mulus yang oleh para penggede Gunungkidul dan DIY katanya akan memberi kemakmuran warganya.
“Ajeng ten pundi mbah Suwar, kok pun mruput sanget ?,” sapaku dari kejauhan.
“Halah mas niki namung ajeng pados pakan ten gunung cilik mriko, weduse pun pating krembek,” jawabnya sambil menengok ke arahku.
RONGKOP - KAMIS PON, Musim kemarau panjang tahun ini membawa tantangan ganda bagi Kabupaten Gunungkidul.…
WONOSARI - RABU PAHING, Sebanyak 8 (delapan) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta, M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…