PERISTIWA

PAN DPRD Gunungkidul Usulkan Dua Hal Pada Raperda RPJMD 2026, Tetapi Alot

WONOSARI-RABU PON | Sekretaris Dinas Pariwisata Antonius Hary Sukmono menyampaikan, belanja wisatawan di Gunungkidul pada tahun 2026 mencapai Rp 800 milliar. Hal itu bisa lipat dua, kalau dua usulan Fraksi PAN diterima.

Bowo Pramono, Sekretaris Bappilu DPD Partai Amanat Nasional Gunungkidul menyatakan, benar bahwa angka tersebut merupakan Indikator Kinerja Kunci Bidang Pariwisata di akhir tahun RPJMD Gunungkidul tahun 2026.

“Dalam pembahasan Raperda RPJMD, PAN melalui Fraksinya di DPRD mengusulkan ada Indikator Kinerja Utama bidang Kepariwisataan, yaitu Indikator Pariwisata Indonesia (IPI). Tetapi terjadi tarik ulur. Eksekutif bersikukuh tidak mau memasukannya,” ujar Bowo Pramono, usai diskusi internal di DPD PAN Gunungkidul, 20-7-2021.

Menurutnya, sebagaimana diketahui, sebenarnya tiga sektor yang selalu digaungkan Bupati adalah ekonomi kerakyatan, sektor Investasi dan sektor pariwisata.

Usulan PAN, ada IKU Bidang Pariwisata, karena untuk ekonomi kerakyatan sudah ada IKU pertumbuhan ekonomi Inklusif, dan untuk bidang investasi sudah ada IKU angka pembentukan modal tetap bruto.

Usulan IKU bidang pariwisata ini sesungguhnya mendorong Gunungkidul lebih serius dalam menangani kepariwisataan.

Dengan IPI dapat diketahui dan diupayakan peningkatan aspek lingkungan bisnis wisata, aspek rata kelola wisata dan aspek Infrastruktur Wisata.

“Sehingga dari perencanaan, pelaksanaan sampai dengan monitoring dan evaluasi pembangunan pariwisata lebih jelas dan lebih terukur,” tegasnya.

Yang diusulkan PAN sebagai tambahan di pembahasan Raperda RPJMD 2026 adalah persoalan penambahan Indikator Kinerja Kunci Perangkat Daerah, termasuk bidang Pariwisata.

“Tapi ini ya alot. Kami usulkan durasi wisatawan tinggal sebagai IKK Eksekutif belum sepakat,” tuturnya.

Tentu saja jika usulan PAN masuk, target spending-nya menyesuaikan. Kalau ‘durasi tinggal wisatawan’ tinggi, spending-nya naik. Bisa dua kali lipat bila ‘length stay-nya diangka 2,8.

“Total Belanja Wisatawan tentu tidak hanya Rp 800 milyar. Bisa lipat dua, apalagi kalau pariwisata Gunungkidul mendunia, sebagaimana harapan Bupati,” terang Bowo Pramono.

Dia mengingatkan, target IKK bidang Pariwisata pertahunnya perlu dikaji dan ditinjau ulang, telah sesuai yang diharapkan Saudara Bupati atau sebaliknya. (Bambang Wahyu)

infogunungkidul

Recent Posts

Kecelakaan Beruntun, Seorang Pemotor Meninggal Dunia

GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…

4 hari ago

Melintas di Bokong Semar, Truk Tronton Terguling

BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…

2 minggu ago

28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Empat Dekade

JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…

2 minggu ago

“Adu Banteng” Vario Vs Supra dua Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

3 minggu ago

Gorok Leher Sendiri, Pria Asal Gunungkidul Ditemukan Tewas

SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…

3 minggu ago

Waspada! Diduga Ulah Maling, 3 Warga Nglipar Kehilangan Emas dan Uang Tunai

GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…

3 minggu ago