PAN DPRD Gunungkidul Usulkan Dua Hal Pada Raperda RPJMD 2026, Tetapi Alot

299

WONOSARI-RABU PON | Sekretaris Dinas Pariwisata Antonius Hary Sukmono menyampaikan, belanja wisatawan di Gunungkidul pada tahun 2026 mencapai Rp 800 milliar. Hal itu bisa lipat dua, kalau dua usulan Fraksi PAN diterima.

Bowo Pramono, Sekretaris Bappilu DPD Partai Amanat Nasional Gunungkidul menyatakan, benar bahwa angka tersebut merupakan Indikator Kinerja Kunci Bidang Pariwisata di akhir tahun RPJMD Gunungkidul tahun 2026.

“Dalam pembahasan Raperda RPJMD, PAN melalui Fraksinya di DPRD mengusulkan ada Indikator Kinerja Utama bidang Kepariwisataan, yaitu Indikator Pariwisata Indonesia (IPI). Tetapi terjadi tarik ulur. Eksekutif bersikukuh tidak mau memasukannya,” ujar Bowo Pramono, usai diskusi internal di DPD PAN Gunungkidul, 20-7-2021.

Menurutnya, sebagaimana diketahui, sebenarnya tiga sektor yang selalu digaungkan Bupati adalah ekonomi kerakyatan, sektor Investasi dan sektor pariwisata.

Usulan PAN, ada IKU Bidang Pariwisata, karena untuk ekonomi kerakyatan sudah ada IKU pertumbuhan ekonomi Inklusif, dan untuk bidang investasi sudah ada IKU angka pembentukan modal tetap bruto.

Usulan IKU bidang pariwisata ini sesungguhnya mendorong Gunungkidul lebih serius dalam menangani kepariwisataan.

Dengan IPI dapat diketahui dan diupayakan peningkatan aspek lingkungan bisnis wisata, aspek rata kelola wisata dan aspek Infrastruktur Wisata.

“Sehingga dari perencanaan, pelaksanaan sampai dengan monitoring dan evaluasi pembangunan pariwisata lebih jelas dan lebih terukur,” tegasnya.

Yang diusulkan PAN sebagai tambahan di pembahasan Raperda RPJMD 2026 adalah persoalan penambahan Indikator Kinerja Kunci Perangkat Daerah, termasuk bidang Pariwisata.

“Tapi ini ya alot. Kami usulkan durasi wisatawan tinggal sebagai IKK Eksekutif belum sepakat,” tuturnya.

Tentu saja jika usulan PAN masuk, target spending-nya menyesuaikan. Kalau ‘durasi tinggal wisatawan’ tinggi, spending-nya naik. Bisa dua kali lipat bila ‘length stay-nya diangka 2,8.

“Total Belanja Wisatawan tentu tidak hanya Rp 800 milyar. Bisa lipat dua, apalagi kalau pariwisata Gunungkidul mendunia, sebagaimana harapan Bupati,” terang Bowo Pramono.

Dia mengingatkan, target IKK bidang Pariwisata pertahunnya perlu dikaji dan ditinjau ulang, telah sesuai yang diharapkan Saudara Bupati atau sebaliknya. (Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.