DOA PAGI, SETELAH RAGU BERANGKAT KE MASJID

86

HAMBA-hambaMu bersimpuh di atas bebatuan Yang Maha Mulia, pada Idul Qur’ban 21 tanpa kumandang.

Apakah belenggu itu juga Paduka ikut sertakan di masa sulit menghadapi ujian-Mu. Mulut kami dibungkam seperti menghadapi hisab paling pedih yang Paduka janjikan.

Mereka mengatasnamakan Paduka, bebas menutup seluruh pintu masjid, tanpa batas waktu.

Tentang esok hari Engkau Maha Tahu, siapa yang benar, dan siapa sesungguhnya para penghasut, sehingga segenap angin berbelok.

Rezeki itu Paduka keluarkan dari pintu yang mana, Engkau Maha Perkasa, Engkau Maha Pemberi Rahmat.

Hanya kepadaMu kami menyembah, dan hanya kepadaMu kami memohon pertolongan.

Jalan yang lurus kami harap tidak sampai tangan para penghasut itu menutupinya.

Kesederhanaan dan kerendahan hati cukup ditemani daun ketela yang Paduka tumbuhkan di halaman rumah. (Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.