SEMIN – MINGGU PON | Dampak pandemi, menyusul kemudian korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Bukan hanya dirasakan oleh karyawan pabrik di kota-kota besar, namun PT. Woneel Midas Leathers, perusahaan asal Korea Selatan yang beralamat di Dusun Bangunsari, Desa Candirejo, Kecamatan Semin, ikut merasakan dampaknya.
Perusahaan sarung tangan yang dipasarkan ke Amerika dan Eropa ini pun terkena imbas pandemi.
Setidaknya 200 orang karyawan PT. Woneel Midas Leathers yang belum lama beroperasi tersebut telah dirumahkan.
Hal ini disampaikan Kepala Human Resources Development (HRD) PT. Woneel Midas Leathers Ngelmanudin, SE saat dikonfirmasi awak media pada Kamis, (9/4/2020) di kantornya.
Ngelmanudin mengungkapkan, karena dampak covid-19 pihaknya terpaksa merumahkan 200 karyawanya.
Dengan cemas, Ngelmanudin mengeluhkan, bahwa untuk saat ini PT. Woneel Midas Leathers tempat ia bekerja, hanya beroperasi untuk mengerjakan Purchase Order (PO) lama
“PO baru semua dicancel akibat dampak pandemi,” ucap Ngelmanudin.
Sebelumnya, lebih lanjut Ngelmanudin menerangkan, bahwa PT. Woneel Midas Leathers menargetkan di akhir tahun 2020 ini dapat menyerap 2000 tenaga kerja lokal Gunungkidul.
“Belum sampai target tercapai, kami terpaksa harus merumahkan karyawan akibat dampak covid-19 ini,” pungkas Ngelmanudin. (Gundul)
GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…
SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…
YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…
BABTUL - KAMIS WAGE, KABUPATEN Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta diguncang gempa bumi tektonik dengan…