Pariwisata Bertaut Erat dengan Kemiskinan, Gunungkidul Harus Berbenah

167

WONOSARI, KAMIS PON–Pemda GunungkiduL mengklaim, perkembangan pariwisata banyak membantu mengentaskan warga miskin. Penjelasan drs. Tavip Agus Riyanto, MSI. Kepala Bappeda DIY sangat berbeda. Indikasi tingginya angka kemiskinan di Gunungkidul justru bertaut erat dengan booming pariwisata setempat.

Slamet, S.Pd. MM, anggota DPRD DIY mengutip penjelasan Kepala Bappeda, bahwa salah satu indikator tingginya kemiskinan Gunungkidul seiring dengan booming pariwisata.

Menurut Kepala Bappeda DIY, demikian kutip Slamet, banyak tenaga kerja Gunungkidul tidak terserap ke sektor pariwisata, karena persoalan sumber daya manusia.

“SDM Gunungkidul sebagian besar tetap memilih bertani,” ujar Slamet mengutip uraian Kepala Bappeda DIY, (29/03).

Penghasilan petani sangat rendah. Jika diukur pendapatan perhari, menjadi kategori miskin menurut takaran BPS.

Ini tantangan bagi penyelenggara wisata, baik hotel, restoran, pusat oleh-oleh dan biro perjalanan wisata, untuk ikut memberdayakan SDM Gunungkidul.

Termasuk tantangan seorang pemimpin agar tak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur tetapi juga pembangunan SDM.

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang berani membuka jurusan perhotelan, dinilai belum mampu mengimbangi pesatnya perkembangan pariwisata di Gunungkidul.

Menurut Slamet, tema pembangunan daerah perlu disempurnakan dan dipertajam. Dasar pemikiran perlu dipertegas, bahwa pengembangan pariwisata harus berbasis sumber daya manusia. (Agung)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.