Pasar Sepi Pembeli, Ekonomi Terancam Lumpuh

2348

NGAWEN-SABTU PON | Pasar Desa Kampung, di wilayah utara perbatasan Gunungkidul, tepatnya di Desa Kampung  Kecamatan Ngawen, sepi pengunjung, ekonomi mulai melemah bahkan terancam lumpuh.

Dari pantauan infogunungkidul, pada Kamis Legi (26/03/2020) pukul 07,00 WIB, pasar yang terlihat rame, bahkan menimbulkan kemacetan pada hari biasa, kini terlihat sangat sepi.

Pasar Desa Kampung atau lebih dikenal dengan nama Pasar Ngawen tampak bagai pasar mati.

Ditemui di kiosnya Trirahayu salah satu pedagan sembako warga Desa Tancep Kecamatan Ngawen yang masih aktif berjualan mengatakan, setelah adanya Covid-19, dirinya merasakan tingkat pendapatannya turun dratis.

“Semoga Covid tidak sampai disini, kasihan petani,” ungkap Bu Tri pangilan akrabnya.

Hal yang sama juga dirasakan Susanto, pedagang sayur warga Kecamatan Pedan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Ia mengatakan semenjak adanya Virus Corona usahanya sangat sepi.

“Covid-19, amat sangat sepi pembeli,”  ujarnya.

Berbeda dengan Trirahayu maupun Susanto, Tona’in salah satu pedagang ayam potong warga Desa Kampung, Kecamatan Ngawen justru merasa diutungkan.

“Dagangan bertambah laris semenjak adanya Covid-19, karena ini musim panen, ungkap Tona’in.

Senada dengan Tona’in, Widananto warga Desa Kampung, Kecamatan Ngawen, pemilik Apotik Kartika Farma, merasakan lonjakan pembeli dibading sebelumnya.

Meski ramai pembeli, diakui Widananto, merasa tidak nyaman dalam situasi dan kondisi saat ini, ia berharap virus segera berlalu.

“Semoga masyarakat mematuhi apa yang menjadi himbauan pemerintah,” ungkap Widananto saat ditemui di apotik miliknya. (Winarno)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.