Pasca Isu Antraks, Penjualan Hewan Ternak Bergeliat

211

WONOSARI – Sabtu Pahing | Sempat lesu karena antraks, penjualan hewan ternak sapi dan kambing di Kabupaten Gunungkidul mulai berangsur membaik.

Tidak hanya itu, ketakutan warga mengkonsumsi daging sapi dan kambing kini mulai menghilang. Masyarakat mulai berani untuk membeli dan mengonsumsi.

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gunungkidul Virgilio mengatakan, meski belum sepenuhnya kembali normal, beberapa minggu ini penjualan daging maupun hewan ternak sudah mulai meningkat.

Meski demikian, pihaknya masih terus memantau tingkat penjualan hewan ternak maupun permintaan daging sapi dan kambing.

“Upaya mengembalikan kepercayaan masyarakat untuk mengonsumsi daging akan terus kami lakukan,” katanya, Jumat (06/03/2020).

Virgilio mengatakan, sejak kasus antraks yang terjadi beberapa waktu lalu banyak pedagang ternak maupun daging di pasar merugi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul Bambang Wisnu Broto mengatakan, demi menjamin keamanan hewan ternak dari antraks, pihaknya sudah memberikan vaksin dan antibiotik untuk ternak.

Antibiotik telah di berikan untuk 3703 ekor sapi, 8972 ekor kambing, 40 ekor domba, dengan total 12.715 ekor ternak. Sementara untuk vaksinasi telah diberikan untuk 1850 ekor sapi, 4094 ekor kambing, 2 ekor domba, total 5496 dosis.

“Kami telah berkoordinasi dengan Disperindag Kabupaten Gunungkidul untuk memulihkan kondisi perdagangan daging sapi dan kambing di Kabupaten Gunungkidul,” terangnya.

Pemulihan dilakukan dengan cara membina para pedagang sekaligus mengkampanyekan makan daging ke masyarakat. (hr)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.