KARANGMOJO-SALASA WAGE | Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada 2 Mei 2022, pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Gunungkidul dikeluhkan oleh sebagian masyarakat di Wilayah Padukuhan Ngelo II, Kalurahan Ngawis, Kapanewon Karangmojo, Selasa (03/05/22).
Suradi (70) warga setempat mengatakan bahwa, buruknya pelayanan air minum ini menjadikan perayaan Hari Raya Idul Fitri tahun ini kurang nyaman.
“Iki piye PAM nek telat sik bayar keno dendo, bodo bodo malah macet ora ono banyu, keporo nek udan banyune butek, rekoso ora rampung rampung,” keluh Suradi melalui aplikasi whatsApp yang dikirim ke redaksi infogunungkidul, Selasa (03/05/22) pagi.
Sebagai Masyarakat ia mempertanyakan “Ini Bagaimana PAM? Jika telat bayar kena denda, lebaran-lebaran malah macet ngak ada air, terlebih kalau hujan airnya keruh, situasi sulit tidak kunjung selesai”.
Dengan nada jengkel setengah menyindir, Suradi menggambarkan kesulitan air bersih bahkan melebihi kelangkaan minyak goreng.
“Air dari PAM pak. Wis rong dino ora ngalir opo arep adus nganggo minyak goreng. (Air PAM pak. Sudah dua hari tidak mengalir, atau mau mandi pakai minyak goreng?: red),” ungkapnya jengkel.
Ungkapan Suradi dengan menunjukan rekening tagihan tersebut ditanggapi beragam. Salah satunya yakni Anggota Komisi C, DPRD Kabupaten Gunungkidul Supriyani Astuti, S.Sos.
Yani begitu panggilan akrabnya, menimpali keluhan Suradi, sebagai wakil rakyat sekaligus Ketua DPC Partai Demokrat ia mengatakan bahwa, masyarakat boleh saja menyampaikan pretes terkait pelayanan yang belum maksimal dari PDAM Gunungkidul.
“Jangan menangnya Sendiri……telat denda, MACET AIRNYA. SEENAKNYA…,” ungkap Yani yang disampaikan melalui grup whatsApp.
Selain itu, pihaknya juga menyatakan bahwa seringnya pihak Dewan menegur dan mengingatkan secara langsung terkait buruknya pelayanan PDAM.
“Kl Rakor dg PDAM Sering sy sampaikan jg..Bkn tmpt orla…Tmpat sy jg begitu kung…,” tambahnya. (red)













