OPINI

PEJABAT BPIP TERIMA GAJI FANTASTIK, KARYANYA MASIH HARUS DITUNGGU

WONOSARI, Minggu Wage– Hak keuangan pejabat dan besarannya, di negeri ini diatur dalam undang-undang. Soal siapa yang menjadi pejabat dan menerima rizki sebesar Rp 112,5 juta perbulan, itu adalah urusan nasib. Rizki, jodoh, dan maut, bagi yang meyakininya adalah rahasia Sang Pencipta. Tak seorang pun mampu menguak, karena ketiganya adalah misteri.

Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Sukarno Putri dan anggotanya adalah termasuk pejabat yang bernasib baik.

Pada masa rezim Orde Baru, ada Badan Pembina Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP7). Bedanya, BP7 terstruktur dari pusat sampai kabupaten, BPIP, pada era pemerintahan Presden Joko Widodo, hanya ada di Jakarta.

Secara material, hak keuangan mereka cukup fantastik. Sebulan, gaji dan segala tetek bengeknya mencapai Rp 100 juta lebih.

Lawan politik Jokowi, menyatakan hak keuangan tersebut berlebihan. Alasan mereka, gaji Megawati Soekarno Putri, melampaui gaji Presiden dan Wakil Presiden.

Warga yang biasa berfikir kritis, tidak perlu ikut-ikutan membully kebijakan Pemerintah, tetapi menyoroti hal tersebut boleh dan sah-sah saja.

Harta, termasuk gaji yang diterima dari negara, secara moral harus dibelanjakan pada rel yang lurus. Satu keprihatinan bersama, benarkah para pejabat telah membelanjakan gaji mereka sesuai masing-masing ajaran yang mereka yakini?

Ketika para pejabat tidak pinter “berbelanja”, di titik inilah, rakyat Indonesia harus menaruh belas kasihan, dan tidak membully. Gaji para pejabat, tidak sebatas dipertaggungjawabkan secara ekonomi, bahwa terima Rp 100 juta keluar Rp 100 juta, sehingga posisi debet dan kredit seimbang.

Tamsil sederhana dipertontonkan seekor lebah yang hinggap di kembang matahari. Dia mengambil rizki dari (benang sari). Sejumlah kaki yang kecil mengambil madu sembari membantu penyerbukan.

Defakto, kehadiran lebah pekerja, bermanfaat bagi bunga matahari, sekaligus mendukung lebah pejabat, yang tak pernah keluar dari sarangnya.

Begini harapan rakyat: Presiden pekerja (Jokowi) tidak mungkin menyelesaikan problem pembentukan karakter bangsa, tanpa bantuan para pejabat pekerja di BPIP.

Megawati dan kawan-kawan, yang mengambil (menerima) gaji fantastik dari negara sanggupkah meniru hal yang dilakukan oleh lebah pekerja?

Kiprah nyata mereka masih harus ditunggu. (Bambang Wahyu Wiayadi)

infogunungkidul

Recent Posts

Dugaan Malpraktik RSUD Wonosari akan Dibawa ke-Majelis Disiplin Profesi

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…

17 jam ago

Veda Ega Pratama Pembalap Indonesia Asal Gunungkidul Mengukir Sejarah Besar

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…

19 jam ago

Kekeringan di Gunungkidul, UPZ UP45 Salurkan Puluhan Ribu Liter Air Bersih di Ngawen

GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…

2 hari ago

Puluhan Gambar Muncul, Berikut Hasil Lengkap Bukaan Cupu Kyai Panjala

GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON. Upacara adat tradisi pembukaan Cupu Kyai Panjala dilaksankan pada hari ini,…

5 hari ago

Hari Jadi ke-196, Bupati – Wakil Bupati Gunungkidul Kian Memanas

GUNUNGKIDUL - MINGGU PON, Beberapa agenda kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196 terlaksana dengan…

6 hari ago

Bukaan Cupu Kyai Panjala Malam Selasa Kliwon, Salah Satu Ritual Sakral di Gunungkidul

GUNUNGKIDUL - JUM'AT LEGI, Ritual adat pembukaan Cupu Kyai Panjala di Padukuhan Mendak, Kalurahan Girisekar,…

1 minggu ago