PERISTIWA

Pelaksanaan Natal Sesuai Protokol Kesehatan, Anak di Bawah 10 Tahun dan Orangtua Di Atas 70 Tahun Dilarang Hadir

WONOSARI-JUMAT KLIWON | Sejumlah jamaat di Gereja Paroki Santo Petrus Kanisius menggelar Perayaan Hari Raya Natal 2020. Kegiatan ini dipimpin oleh Romo Ignatius Adi Sapto  Wibowo PR. Dengan jumlah Jemaat yang hadir kurang lebih 300 orang kegiatan. Peribadatan Perayaan Hari Natal dengan mengunakan bahasa Indonesia Tema ‘Mereka Menamai Kita Imanuel’

Romo, Ignatius Adi Sapto Wibowo PR alam kutbahnya mengungkapkan, Perayaan Hari Raya Natal kelahiran Tuhan Yesus Kristus dan harus disambut dengan suka cita. Meski demikian seluruh jamaat harus taat pada Protokol Kesehatan. Dan kali ini cukup banyak jemaat yang mengikuti perayaan Natal melalui online.

“Perayaan Natal kali ini memang penuh dengan kesederhanaan,”ujarnya, Jumat (25/12/2020).

Untuk perayaan ini sejumlah petugas gabungan turut hadir mengamankan jalannya Misa. Petugas pengamanan gabungan tediri dari TNI, Polri , Satpol PP,  PMI dan  Satgas PDIP. Jemaat yang hadir sesuai pendaftaran yang akan ikut beribadah

Untuk anak di usia kurang 10 tahun dan Orang Tua usia di atas 70 tahun juga tak diperbolehkan ikut dalam perayaan Natal. Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan protokol kesehatan semua petugas Gereja dan Jemaat taat Pada aturan protokol kesehatan dalam pandemi Covid-19

“Memang harus kita taati protokol kesehatan yang telah ditetapkan sebelumnya,”tambahnya.

Sementara Gereja Kristen Jawa (GKJ) Kemadang yang terletak di Padukuhan Karanglor 2, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari ini tidak mengadakan perayaan Natal tahun 2020.

Pendeta Christiono Riyadi mengatakan ditengah situasi prihatin ini jemaat GKKI Kemadang memilih untuk meniadakan perayaan natal di gereja. Jemaat akan melakukan perayaan Natal di rumah masing-masing. Meski demikian, kegiatan peribadahan malam Natal tetap dilangsungkan pada pukul 19.00 WIB.

“Ibadah Natal akan dilaksanakan pada tanggal 25 pagi pukul 06.00 WIB,” ungkapnya.

Untuk Ibadah jemaat tetap kami terapkan protokol kesehatan. Untuk jumlah jemaat yang beribadah akan dibatasi dengan memperhatikan jarak aman. GKJ Kemadang yang biasanya mampu menampung hingga 200 jemaat pun dibatasi maksimum 100 jemaat saja.

Pemberian tanda silang pada bangku sudah selesai dilakukan. Penyediaan tempat cuci tangan juga sudah disiapkan, dan jemaat yang datang diwajibkan untuk selalu memakai masker. (Hery)

infogunungkidul

Recent Posts

Indikasi Praktik Manipulasi TPR Baron, DPRD Minta Audit Menyeluruh

GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON, Persoalan tata kelola pendapatan sektor pariwisata khususnya wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, masih…

6 hari ago

Lupa Matikan Kompor, dua Rumah Ludes Terbakar Berikut Perhiasan dan Uang Tunai

TANJUNGSARI - SENIN KLIWON, Rumah milik Karim (71) warga Padukuhan Panggang 02/10, Kalurahan Kemiri, Kapanewon…

6 hari ago

Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa

YOGYAKARTA-SENIN KLIWON, Lintas generasi alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar acara halalbihalal nasional di Swiss-Belresidences…

6 hari ago

Kronologi Lengkap Penemuan Mayat Kering di Dalam Mobil Terparkir

YOGYAKARTA - MINGGU WAGE, warga Dusun Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, provinsi DIY…

1 minggu ago

Diduga Mencuri Sepeda Gunung, Oknum Anggota SatPol PP Diamankan Polisi

WONOSARI - SABTU PON, Sebuah  tamparan keras institusi pemerintahan kembali terjadi. Kali ini RDS alias…

1 minggu ago

DPPPAPPKB dan Polres Gunungkidul Bersinergi Kawal Kasus Asusila Anak di Bawah Umur

GUNUNGKIDUL – RABU KLIWON, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana…

2 minggu ago