PONJONG, KAMIS WAGE – Lavenia Artha Widyatama (17), warga Rt 01/10, Padukuhan Susukan III, Desa Genjahan, Kecamatan Ponjong, menekuni olahraga balap motor. Dia merebut beberapa kejuaraan. Gadis ini berpestasi, tetapi luput dari perhatian Pemerintah Daerah.
Anak pertama dua bersaudara dari pasangan Raharjo Tri Susilo (42) dan Suharyani (39), dalam waktu tiga tahun mengikuti 50 sampai 60 perlombaan, tingkat daerah (Kejurda) maupun nasional (Kejurnas).
Lavenia Artha Widyatama awalnya hobi bulu tangkis. Olah raga itu dia tekuni sejak Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Masuk SMA Negeri 1 Tanjungsari dia mengambil jurusan olahraga.
Miulai kelas I SMA cewek kelahiaran 18 Januari 2001 ini beralih ke olahraga ekstrim, motocross dan Gresstreck.
Dia, dengan hobi barunya mulai getol mengikuti kejuaraan balap motor.
Artha, mengikuti event kejuaraan mulai tahun 2015. Hingga 2018, tidak kurang dari 60 event pernah diikuti.
Kejuaraan yang diraih antara 1 sampai 4. Dalam waktu tiga tahun, 30-an lebih piala ia bawa pulang.
Kejuaraan yang tidak pernah ia lupakan, adalah ketika meraih juara 1, di Gunungkidul tahun 2015, dan kejurda di Klaten, Jawa Tengah pada tahun yang sama. Untuk Bupati Cup Gunungkidul 2016 dia harus puas menyabet juara 2.
Terakhir ia mengikuti kejuaraan motocross dan grasstrack 14 – 15 April 2018 di Bengkalis, Pekan Baru, Riau, memperebutkan piala Pemuda Pancasila Kabupaten Bengkalis. Dalam kejuaraan tersebut Artha juara 4, khusus wanita.
Di tempat yang sama tahun 2017 memperebutkan kejuaraan Riau Cup meraih juara II.
Gadis cantik ini bercita-cita menjadi pembalap handal. Selama mengikuti kejuaraan, dia mengaku tidak ada yang mensponsori. Seluruh biaya pertandingan ditanggung sendiri.
Orangtua Arta, Raharjo Tri Susilo, mendukung bakat anaknya, meski dia tahu ini olah raga beresiko.
“Ketimbang menjadi pembalap liar, di jalan raya mending saya masukan ke arena, resmi dan terarah,” ujar Raharjo, (01/08). (Jk/ig)













