WONOSARI, Senin Pahing–Tahun 2017 Disdikpora Gunungkidul membangun beberapa gedung sekolah senilai Rp 2,4 milyar. Pembangunan belum rampung bahkan ada sisa lelang sebesar Rp 500 juta. Hasil pekerjaan tak maksimal membuat Komisi C DPRD Gunungkidul melakukan peninjauan lapangan.
“Komisi terus terang kecewa setelah melihat realitas di lapangan,” ujar Purwanto, ST Ketua Komisi C DPRD Gunungkidul.
Politisi Gerindra ini menunjuk contoh pekerjaan yang sedang dan yang sudah dilaksanakan, sekaligus pekerjaan yang diswakelola dan pekerjaan yang dipihak ketigakan alias dikerjakan kontraktor. Dalam sidaknya, Komisi C mengadakan peninjauan di 5 lokasi. Dua pekerjaan swakelola, serta 3 pekerjaan yang dipihak ketigakan.
“Hasil pekerjaan tidak memuaskan, bahkan merosot dibandingkan pekerjaan tahun sebelumnya,” lanjut Purwanto kecewa.
Beberapa hal yang ditemukan, pembangunan Gedung SMPN 4 Wonosari di Piyaman banyak usuk/kasau yang perlu diganti. Bahkan ada kusen yang dipasang terbalik dari seharusnya.
Kedua, di tempat berbeda ditemukan genteng mentah dipasang. Sementara itu, waktu tinggal 12 hari kerja. Dalam hal ini Disdikpora dinilai dewan tidak memonitor secara maksimal atas pekerjaan kontraktor. Ketiga, padapekerjaan swakelola ada yang selesai 100% tetapi hasil pekerjaan asal asalan. Pasalnya pemasangan keramiktidak presisi dan pengecatan tidak diflamir.
“Seharusnya pekerjaan swakelola bisa lebih baik dari pekerjaan yang dipihakketigakan karena tidak ada benefitnya. Lha ini malah lebih buruk,” imbuh dia.
Menindaklanjuti temuan itu, komisi C dalam waktu dekat mengaku akan memanggil Kepala Disdikpora untuk mejelaskan duduk perkaranya.
Terpisah, H Bahron Rosyid S.Pd MM mengaku sudah mendengar informasi terkait buruknya pekerjaan tersebut.
“Saya sudah cek ke bawah dan memang benar ada yang kurang beres, segera akan kita benahi,” katanya, Senin (09/10).
Disisi lain, terkait temuan genteng mentah dipasang, Bahron mengaku akan meminta ganti kepada kontraktor yang mengerjakan pembangunan tersebut.
“Waktunya masih tersisa dan saya yakin selesai,” pungkasnya.
Disdikpora Gunungkidul pun mengku siap jika sewaktu-waktu dipanggil Komisi C DPRD untuk memberikan klarifikasi.
Reporter: Agung Sedayu
NGLIPAR - SENIN PAHING, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON, Persoalan tata kelola pendapatan sektor pariwisata khususnya wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, masih…
TANJUNGSARI - SENIN KLIWON, Rumah milik Karim (71) warga Padukuhan Panggang 02/10, Kalurahan Kemiri, Kapanewon…
YOGYAKARTA-SENIN KLIWON, Lintas generasi alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar acara halalbihalal nasional di Swiss-Belresidences…
YOGYAKARTA - MINGGU WAGE, warga Dusun Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, provinsi DIY…
WONOSARI - SABTU PON, Sebuah tamparan keras institusi pemerintahan kembali terjadi. Kali ini RDS alias…