Pembinaan UMKM Gunungkidul Terhambat

279

WONOSARI-SELASA LEGI | Suharjo, SE, anggota Komisi C DPRD Gunungkidul menyatakan, pelaku UMKM Gunungkidul sebelum Covid-19 sebanyak 22.623 unit. Angka tersebut terdiri dari usaha mikro 20.928, usaha kecil 1.664 dan usaha menengah 31 unit. Pembinaan UMKM terhambat karena persoalan anggaran.

“Yang dilakukan oleh dinas menurut hemat kami masih bersifat rutinitas, dalam arti sebatas pelatihan. Menurut kami UMKM Gunungkidul memerlukan pendampingan berkelanjutan,” ucap Suharjo, di Gedung Dewan, 29-6-2021.

Menurutnya, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dapat dijadikan sebagai mesin pertumbuhan di masa pandemi.

“Pasalnya UMKM merupakan contoh produsen yang mampu menghasilkan barang dan jasa. Itu artinya semakin banyak barang dan jasa yang diproduksi oleh UMKM maka pertumbuhan ekonomi Gunungkidul bisa terjadi,” tegasnya.

Pertumbuhan ekonomi menurutnya adalah keadaan meningkatnya pendapatan nasional tanpa melihat kondisi penduduk. Dengan kata lain, suatu negara mengalami pertumbuhan ekonomi jika PDB negara tersebut mengalami kenaikan dibandingkan PDB tahun sebelumnya.

Pelaksanaan pembinaan UMKM di Kabupaten Gunungkidul berdasarkan pengamatan Suharjo tidak maksimal.

Mengapa tidak optimal, Imam Taufik anggota DPRD DIY menimpali, bahwa anggaran terlalu terbatas.

“Anggaran kecil itu sudah dari dulu. Terlebih adanya refokusing anggaran karena Covid-19. Kalau kapasitas kecil, ibarat kendaran muatan pun terbatas, dan tak sebanding dengan kebutuhan serta kemauan,” ujar Imam Taufik menggarisbawahi pernyataan Suharjo. (Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.