OPINI

PEMDA GUNUNGKIDUL KEREPOTAN MELINDUNGI WARGA PUTUS ASA

PADA alinea ke empat UUD 1945 tertulis bahwa Pemerintah Indonesia melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia.

Menduplikasi amanat tersebut, Pemerintah Gunungkidul mustinya juga melindungi segenap warga dan tumpah darah Gunungkidul.

Fakta menunjukkan dalam hal tertentu Pemda Gunungkidul sangat kerepotan menerapkan amanat tersebut.

Memang belum pernah ada penelitian yang menyebutkan bahwa di Kabupate Gunungkidul banyak warga putus asa yang membutuhkan perlindungan.

Tetapi gejala putus asa itu terungkap melalui sejumlah peristiwa, sering terjadinya bunuh diri.

Warga berpikiran cupet, rentan putus asa, kemudian berujung pada bunuh diri, hampir tidak terantisipasi baik oleh Eksekutif maupun Legeslatif. Dua pilar demokrasi yang seharusnya melindungi warga ini seperti tidak melihat bahwa orang putus asa itu tidak penting untuk diperhatikan.

Felix, seorang pegiat media sosial Quora dari Malang Jawa Timur merilis ciri-ciri warga putus asa.

Dia bilang, orang putus asa itu selalu murung. Tidak ada gairah hidup. Terkadang ingin bunuh diri. Enggan bergaul dengan lingkungan. Banyak menyesali diri. Dan tidak mau berusaha memperbaiki keadaan.

Jika diringkas, kata kunci orang putus asa ada pada sikap pendiam, tertutup, dan menyendiri.

Ihwal Kabupaten Gunungkidul, warga yang putus asa setiap tahun rata-rata 30 orang. Itu yang nampak di permukaan dalam wujud bunuh diri.

Warga putus asa karena menghadapi aneka masalah yang tersembunyi, bisa jadi lebih banyak

Mengutip total penduduk Gunungkidul Semester I tahun 2022 sebesar 774.855 jiwa. Warga yang mudah putus asa ada di antara jumlah tersebut.

Secara kewilayahan total penduduk di atas tersebar di 18 Kapanewon, 144 Desa, 1.431 Dusun, 1.583 RW, dan 6.844 RT.

Soal sering terjadinya bunuh diri di Kabupaten Gunungkidul mari dikesampingkan atau sejenak dilupakan.

Yang penting dipertanyakan adalah: apa tindakan kongkret Eksekutif dalam melindung seluruh warga Gunungkidul supaya di antara mereka tidak mudah putus asa.

Untuk Legeslatif, sumbang pikir macam apa yang ditawarkan ke eksekutif agar Pemerintah mengambil tindakan nyata, tidak malah pura-pura tidak tidak tahu bahwa Gunungkidul banyak orang putus asa.

Ada usulan perlu diterbitkan Surat Perintah Bupati untuk Jajaran OPD terkait, turun ke Penewu, Lurah, Dukuh, RW sampai RT agar secara sinergis menggalakan hidup gotong royong bidang kemanusiaan menekan angka putus asa.

(Bambang Wahyu)

infogunungkidul

Recent Posts

Kekeringan Akibat Kemarau Panjang di Gunungkidul Menjadi Perhatian Banyak Pihak

RONGKOP - KAMIS PON, Musim kemarau panjang tahun ini membawa tantangan ganda bagi Kabupaten Gunungkidul.…

1 hari ago

KKN IPB Kenalkan Program Tani Hayati di Gunungkidul

WONOSARI - RABU PAHING, Sebanyak 8 (delapan) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor…

2 hari ago

Polda DIY Raih Penghargaan 12 Satker Predikat Pelayanan Prima & Zona Integritas

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…

1 minggu ago

Kakek 70 Tahun Gantung Diri di Pohon Jambu Mete

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta,  M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…

1 minggu ago

Scoopy Tabrak Ambulan PMI, Satu Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…

1 minggu ago

Mobil Brimob Polda DIY Terserempet KA Bandara

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…

1 minggu ago