PemKab Gunungkidul Antisipasi Lonjakan Pemudik Akibat Penerapan PSBB Kembali di Jakarta

1364

WONOSARI – MINGGU PAHING | Dengan diberlakukannya kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Pemerintah DKI Jakarta pada Senin 14 September 2020 mendatang, Pemerintah Kabupaten (PemKab) Gunungkidul melakukan persiapan dan antisipasi ledakan pemudik yang diperkirakan akan masuk ke wilayah Kabupaten Gunungkidul.

“Kami sudah berkoordinasi dengan sejumlah OPD terkait agar bersiap-siap menyambut kemungkinan banjir pemudik. Salah satunya dengan mengoptimalkan kembali Sistem Informasi Desa (SID),” kata Badingah pada, Jum’at (11/09/2020).

Bupati Kabupaten Gunungkidul Badingah meminta semua data pendatang untuk langsung dilaporkan secara detail termasuk kondisi kesehatan pendatang.

Lebih lanjut, dijelaskan Badingah, SID merupakan sistem pendataan yang dibuat oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Gunungkidul.

“Pendataan meliputi gerak keluar-masuk pendatang hingga kondisi kesehatannya,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Diskominfo Kabupaten Gunungkidul Kelik Yunianto mengatakan, hingga saat ini secara kumulatif tercatat 20.390 pendatang.

Pendataan mulai dilakukan sejak bulan April lalu, dengan pendatang terbanyak berada di Kapanewon Karangmojo, Semin, Wonosari, dan Kapanewon Playen.

Kelik menjelaskan, bahwa proses pendataan pendatang masih terus dilakukan tanpa henti dengan melakukan catat data saat pendatang tiba di wilayah Gunungkidul.

“Selanjutnya petugas dari Puskesmas akan datang untuk mengecek kondisi kesehatan pendatang tersebut,” ucapnya

Lebih lanjut Kelik mengatakan, petugas Kalurahan akan menanyakan identitas pendatang, asal kedatangan, kontak yang bisa dihubungi, hingga riwayat kesehatan. Data ini menurutnya yang kemudian akan diunggah ke SID. (Hery)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.