Pendapatan Asli Daerah Dari Sektor Pariwisata Belum Pulih

168

WONOSARI-SELASA PAHING | Pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Gunungkidul sektor pariwisata dalam empat tahun terakhir (2016-2020) terekam naik turun. Tahun 2021 diklaim lampaui target, tetapi masih berada di bawah tahun 2020, tak ada separohnya.

PAD pariwisata berdasarkan dokumen BKAD 2020 yang teraudit Badan Pengawas Keuangan (BPK) didukung lima komponen masing-masing pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, retribusi penginapan / Pesanggrahan / vila, serta retribusi tempat rekreasi dan olahraga.

Gambaran fluktuasi itu jelas terlihat, bahwa tahun 2016 Rp 29.010.142.219, tahun 2017 Rp 32.253.694.553, tahun 2018 Rp 30.818.345.579, tahun 2019 Rp 32.820.387.530, sementara tahun 2020 angkanya anjlok sebesar Rp 13.264.194.807.

“Penurunan pengunjung tahun 2020 sangat signifikan, mempengaruhi pendapat asli daerah,” tulis Dinas Pariwisata di dalam catatan resmi yang ada di RPJMD 2021-2026, dikutip 11-1-2022.

Begitu pula PAD per Desember 2021. Meski Dispar mengklaim bahwa PAD melampaui target yakni sebesar Rp 12.544.846.646,38.

Antonius Hary Sukmono, kala Desember 2021 masih Sekdin Pariwisata mengklaim bahwa presentasenya mencapai 104,6%.

Tetapi dibandingkan dengan dengan tahun 2020 selisih sebesar Rp 719.348.161.

Itu artinya PAD dari sektor pariwisata 2021 belum pulih seperti di tahun 2020. (Red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.