Pentingnya Peran Media Dalam Pilkada Serentak, UNISMA Gelar Seminar Daerah

122

BEKASI, RABU LEGI -Mahasiswa UNISMA menggelar seminar Daerah, Peran Media dalam Pilkada serentak yang sehat di Kota Bekasi, bertempat di Gedung Pascasarjana UNISMA lantai III Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa(10/04).

Hadir dalam acara sebagai Narasumber, Ucu Asmara Sandi Ketua KPUD Kota Bekasi, diwakili Safrudin, Novita Ketua Panwaslu dan juga Iwan Nendi Kurniawan Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Bekasi, serta Pemimpin Redaksi Radar Bekasi Zaenal Arifin dan juga para mahasiswa/i Bekasi.

“Sesuai tema peran media dalam pilkada serentak 2018 adalah salah satu dari tiga pokok terpenting pada pelaksanaan pilkada Kota Bekasi,” ujar Safrudin Komisioner KPU Kota Bekasi dalam mengawali seminar.

Dikatakannya, Media adalah patner kerja dalam suksesnya pemilihan Kepala Daerah Kota Bekasi.

Lanjut Sarifudin, untuk Pilkada 2028 Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah membangun Sinergitas dengan media dan langsung membuat media center KPU Kota Bekasi untuk membantu mempublikasikan sistem dan tata cara pelaksanaan pilkada serentak nanti, tentu dengan transparansi dari pada para media itu sendiri.

Hal berbeda diutarakan Ketua IWO Kota Bekasi Iwan Nendi Kurniawan mengatakan, sistem kinerja Media Online dengan Media elektronik dan juga cetak sangatlah berbeda, ditegaskan Iwan panggilan akrabnya, sistem media Online dalam menyajikan berita, ketika dilihat, dirasa langsung ketika itu juga pemberitaan tersaji dan dapat dikonsumsi siapa saja.

Lanjut Iwan, media lain akan berproses dulu dan menunggu waktu deadline baru dapat tersajikan menjadi konsumsi publik.

“Mahasiswa adalah agen agen pembaharuan (perubahan), keterlibatan mahasiswa dalam mengawal pelaksanaan pilkada serentak adalah hal yang sangat membantu baik itu dalam bersosialisasi maupun pada pelaksanaannya nanti,” papar Novita Ketua Panwaslu Kota Bekasi.

Novita mengharapkan, para mahasiswa harus objektif dalam melakukan pengawasan atau pengawalan setiap paslon yang ada.

Pada setiap masalah yang ditemukan di lapangan segera laporkan ke Panwaslu dengan bukti yang ada serta mampu menghadirkan saksi, maka akan dilakukan teguran dan sangsi bagi mereka yang telah melanggar Undang Undang Pemilu.

Perlu diketahui, lanjut Novita, antara Panwaslu dan KPU selalu berkordinasi akan tahapan dan sistem pemilihan pimpinan daerah, yang akan digelar 27 Juni 2018 mendatang.

“Saya ingatkan untuk para mahasiswa, hingga hari ini sudah kah kalian lakukan pengecekan data pemilih kalian di kelurahan masing masing dimana adek adek mahasiswa tinggal, hal itu sangat penting dalam perlehatan pilkada sekarang ini, dan jangan sampai suara anda tidak ada,” tegasnya. (Edw/Har)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.