Categories: EKONOMI

Penyebab Tingginya Harga Telur Versi Pedagang Beda Dengan Pemerintah

WONOSARI, MINGGU PON – Sepekan terakhir, harga telur mengalami lonjakan lumayan tinggi. Hal ini membuat pedagang dan konsumen meradang. Harga telur konsumsi terus melejit, antara Rp 26.000,00 sampai Rp 27.000,00 per kilo gram. Penyebab kenaikan versi pedagan dan pemerintah berbeda.

Tumiyah (55) salah satu pedagang sembako Pasar Argosari Wonosari membeberkan, melonjaknya harga telur tidak secara tiba-tiba. Sejak menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah yang lalu harga telur terus merangkak naik.

“Tingginya harga telur sebenarnya bukan satu dua hari saja, melainkan sudah cukup lama. Cuma, dalam sepekan terakhir kenaikannya cukup tinggi dibandingkan sebelumnya,” ujarnya, Sabtu, (21/07).

Menurutnya, selepas lebaran sampai sekarang harga naik terus, tidak ada penurunan.

“Harga eceran otomatis naik karena harga kulakan udah tinggi,” ujarnya.

Diakui, dia sempat menjual dengan harga Rp 26.000,0 per kilo gram, karena harga dari peternakan Rp 25.000,00. Bisa jadi harga eceran mecapai Rp.27.000,00 bahkan daerah tertentu bisa sampai Rp. 30.000,00.

Menurut Tumiyah, kenaikan harga telur ayam tersebut tak hanya merisaukan konsumen, melainkan juga menimbulkan kekhawatiran kalangan pedagang. Pasalnya, selain semakin sulit menjual, para pedagang juga mengalami kesulitan dalam memperoleh barang.

Kesulitan itu semakin diperparah dengan adanya program BPNT yang dilaksanakan tahap 2 dimulai pada bulan Mei 2018. Semakin mahal harga semakin sedikit jumlah telur yang didapat oleh pedagang.

“Karena para penyalur BPNT mengambil langsung ke peternak, sehingga pedagang tidak kebagian. bahkan saya sempat kehabisan,” keluhnya.

Tingginya harga telur bukan saja dirasakan warga Gunungkidul, namun merata secara nasional.

Seperti dilansir Tribun Jakarta (16/07), menurut pemerintah dalam hal ini Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita, penyebab kenaikan harga telur mencakup tiga hal: libur panjang, cuaca ekstrem, dan nilai tukar rupiah terhadap dolar melemah.

“Kenaikan dollar itu berdampak ke pakan dan juga proyeksi atas DOC-nya. Ada kenaikan, tapi tidak besar,” ucapnya. (Jk/ig)

infogunungkidul

Recent Posts

Mencuri Motor, Warga Gunungkidul Ditangkap Polisi

BANTUL - RABU PON, SEORANG pria berinisial AS (34) warga Panggang, Gunungkidul, ditangkap polisi usai…

1 jam ago

Lemot Buka Rekam Medis, RSUD Wonosari Disomasi

GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…

12 jam ago

Keluarga Besar Partai Golkar Berduka, Tokoh Politik Senior Berpulang

GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…

1 hari ago

Smart Batik Indonesia Kembangkan Ekosistem Batik Sawit di Yogyakarta

YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…

4 hari ago

Dugaan Malpraktik RSUD Wonosari akan Dibawa ke-Majelis Disiplin Profesi

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…

4 hari ago

Veda Ega Pratama Pembalap Indonesia Asal Gunungkidul Mengukir Sejarah Besar

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…

4 hari ago