PERISTIWA

Penyembelihan Hewan Kurban Diwajibkan Sesuai Protokol Kesehatan

WONOSARI – JUMAT PON | Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul melakukan pemantauan di seluruh lokasi penyembelihan hewan kurban Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah yang jatuh pada Jumat (31/07/2020). Pemantauan tersebut dilakukan oleh Petugas gabungan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT), penyuluh, DPP, hingga dari Puskeswan.

Kepala DPP Gunungkidul Bambang Wisnu Broto mengatakan, setidaknya terdapat 250 petugas pemantauan yang telah disiapkan untuk penyembelihan kurban kali ini. Lokasi penyembelihan tersebar di 18 Kecamatan dengan total titik 1.424 lokasi penyembelihan.

“Masing-masing titik akan ada 2 sampai 3 orang petugas,” kata Bambang.

 

 

Bambang menjelaskan, 250 petugas tersebut merupakan gabungan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT), penyuluh, DPP, hingga dari Puskeswan. Bambang pun memastikan jumlah petugas yang ditempatkan mencukupi untuk pemantauan tersebut.

Pada penyembelihan tahun-tahun sebelumnya, pemantauan juga didampingi oleh mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM. Meski demikian, keikutsertaan mereka kali ini ditiadakan terkait dengan adanya pandemi Covid-19. Selain memberikan rekomendasi lokasi penyembelihan, DPP Gunungkidul sebelumnya juga telah memantau kesiapan 20 Tempat Penyembelihan Hewan (TPH). Namun tidak semua TPH melakukan penyembelihan.

Lebih lanjut, Bambang mengatakan, lokasi yang diberikan rekomendasi termasuk masjid dan mushola yang telah tersebar di 18 Kapanewon. Pelaksanaannya tetap diwajibkan mematuhi protokol kesehatan Covid-19, termasuk tidak menimbulkan kerumunan.

“Sebab beberapa di antaranya mengalami kekurangan tenaga dan tidak semua TPH mendapat pemesanan penyembelihan,” ujarnya.

 

 

Seperti pantauan Infogunungkidul pada pagi tadi di lapangan, tidak semua masjid membuka tempat untuk penyembelihan hewan kurban. Seperti yang diputuskan oleh pengurus Masjid Agung Al-Ikhlas Wonosari.

“Tahun ini kami putuskan untuk tidak menggelar penyembelihan kurban, demi mencegah terjadinya kerumunan massa,” kata Ketua Takmir Mesjid Al-Ikhlas, Andar Jumailan MM, saat ditemui usai Sholat Ied pada pagi tadi.

Ia juga mengimbau para jamaah untuk melakukan penyembelihan di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing. Imbauan tersebut sudah diberikan dalam bentuk maklumat sejak beberapa hari lalu.

“Kita himbau untuk penyembelihan hewan di masing-masing RT saja, demi menghalau kerumunan, selain itu juga untuk pencegahan penyebaran Covid-19,” ucapnya. (Hery)

infogunungkidul

Recent Posts

Seorang Kakek asal Gunungkidul Tewas Tertemper Kereta Api

SLEMAN-SENIN PAHING, SEORANG kakek berinisial N (73) warga Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul,  DIY tewas…

34 menit ago

Ratusan Kakak Asuh Maba UPN Veteran Yogya Jalani Pelatihan Bela Negara di AAU

YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 210 mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta yang terpilih sebagai kakak asuh…

3 jam ago

Kekeringan Akibat Kemarau Panjang di Gunungkidul Menjadi Perhatian Banyak Pihak

RONGKOP - KAMIS PON, Musim kemarau panjang tahun ini membawa tantangan ganda bagi Kabupaten Gunungkidul.…

4 hari ago

KKN IPB Kenalkan Program Tani Hayati di Gunungkidul

WONOSARI - RABU PAHING, Sebanyak 8 (delapan) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor…

5 hari ago

Polda DIY Raih Penghargaan 12 Satker Predikat Pelayanan Prima & Zona Integritas

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…

2 minggu ago

Kakek 70 Tahun Gantung Diri di Pohon Jambu Mete

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta,  M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…

2 minggu ago