Perang Tagar Itu Sangat Tidak Seimbang

1134

PLAYEN, MINGGU KLIWON – Perang #2019gantipresiden dan #2019kitatetapbersaudara, tidak hanya menarik bagi pengamat poitik. Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PC NU), Gunungkidul pun mengaku mengikuti perkembangan terakhir fenomena perang tanda pagar (tagar-#). Perang tersebut menurutnya tidak sebanding.

“Pada prinsipnya statemen ini (#2019kitatetapbersaudara: red) sangat baik dan saya sependapat, akan tetapi perlu di kaji kembali tentang istilah jahiliyah ilmiyah,” ujar Arif Gunadi, menanggapi artikel bertajuk “Tahun 2019 Kita Tetap Bersaudara, Tahun 2020-2045 Kita Bagaimana.”

Menurut Arif Gunadi, berbalas tagar itu luput dari pemikiran ilmiyah. Dia bilang ini murni jahiliyah, Tidak bisa dikatakan ilmiyah.

Karena, menurut pendapatnya, orang yang melakukan perang tagar adalah orang yang jahil. Dia mengaku mencermati secara seksama perang tagar antara #2019gantipresiden dan #2019kitabertetapsaudara.

“Ini gak seimbang. Jauh maknanya. Karena seruan bersaudara itu implementasi dari Al-Hujarat Ayat 13. Ini misi Tuhan. Misi Ilahiyah. Misi diniyah. Misi kemanusiaan dan misi peradaban. Sedangkan #2019gantipresiden adalah propaganda politis, nafsu, ketidakpuasan, sahwat politik, yang justru dapat menghancurkan sendi sendi demokrasi yang luber jurdil. Di situ, ada upaya paksaan, penekanan kepada publik,” tandasnya. (Bewe/ig)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.