Categories: PEMERINTAHAN

Perangkat Desa dan Petani Bisa Mendapat Uang Pensiun

WONOSARI, Sabtu Pon-Untuk mendapatkan uang pensiun dan perlindungan jaminan kerja, tidak harus menjadi pekerja perusahaan atau Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun saat ini seluruh pekerjaan non ASN pun seperti perangkat desa, petani bahkan usaha kecil, bisa mendapatkan pensiunan dihari tuanya. Dengan syarat masuk menjadi kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Dijelaskan Direktur Perisai BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Gunungkidul Sukiyati, S.Pd, program yang dicanangkan dengan sasaran pada Perangkat Desa, dalam rangka membantu harapan pemerintah untuk memberikan kesejahteraan masyarakat, khususnya Perangkat Desa, petani, dan pekerja di luar ASN.

Ia membeberkan tiga program yang dicanangkan BPJS:

  1. Jaminan Hari Tua (JHT)
  2. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan
  3. Jaminan Kematian (JKM)

Ikut kepesertaan JHT akan mendapatkan uang pensiun seperti PNS (Taspen). Ini akan diberikan setelah masa purna tugas sebagai Perangkat Desa atau sudah menjadi kepesertaan BPJS selama 15 tahun. Jika peserta meninggal akan jatuh pada suami atau istri sampai ada anak yang kedua maksimal berumur 23 tahun.

Kemudian lebih lanjut ia menjelaskan, JKK merupakan wujud perlindungan bagi pekerja apabila mengalami kecelakaan kerja dengan biaya unlimited atau tidak dibatasi. Kepesertaan JKK akan mendapat tiga manfaat diantaranya:

  1. Apabila terjadi kecelakaan kerja, selama belum bisa bekerja akan mendapatkan uang pengganti sebesar Rp.48 ribu lebih per harinya.
  2. Apabila terjadi cacat akan dihitung perapa % cacatnya akan dikalikan Rp.107 juta.
  3. Apabila dalam kecelakaan tersebut mengalami kematian akan mendapatkan santunan Rp. 77 juta lebih ditambah biasiswa Rp.12 juta apabila masih mempunyai anak sekolah.

BPJS Gunungkidul, sambungnya, saat ini sudah menjalin kerjasama dengan 4 rumah sakit. Diantaranya: RSUD Wonosari, RS Panti Rahayu, Kelor, Karangmojo, RS Nur Rohmah, Gading, Playen, dan RS Pelita Husada, Semanu.

Program yang terakhir JKM, apabila peserta meninggal dunia, ahli warisnya akan menerima santunan Rp. 24 juta plus biasisiswa Rp. 12 juta jika masih ada anak yang bersekolah.

Dia menambahkan program yang ditawarkan untuk petani dan masyarakat yang layak menjadi kepesertaan BPJS akan mendapatkan fasilitas sama dengan program untuk Perangkat Desa.

Iuran per bulanya sebesar Rp.36.800,- terbagi untuk tiga program,

JHT, Rp. 20 ribu/bulan

JKK, Rp. 10 ribu/bulan, dan

JKM Rp. 6.800/ bulan.

Sukiyati, S.Pd: Program BPJS Ketenagakerjaan Bagi Pegawai Non ASN. (joko)

infogunungkidul

Recent Posts

Mencuri Motor, Warga Gunungkidul Ditangkap Polisi

BANTUL - RABU PON, SEORANG pria berinisial AS (34) warga Panggang, Gunungkidul, ditangkap polisi usai…

9 jam ago

Lemot Buka Rekam Medis, RSUD Wonosari Disomasi

GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…

20 jam ago

Keluarga Besar Partai Golkar Berduka, Tokoh Politik Senior Berpulang

GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…

2 hari ago

Smart Batik Indonesia Kembangkan Ekosistem Batik Sawit di Yogyakarta

YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…

4 hari ago

Dugaan Malpraktik RSUD Wonosari akan Dibawa ke-Majelis Disiplin Profesi

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…

5 hari ago

Veda Ega Pratama Pembalap Indonesia Asal Gunungkidul Mengukir Sejarah Besar

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…

5 hari ago