WONOSARI, Sabtu Pon-Untuk mendapatkan uang pensiun dan perlindungan jaminan kerja, tidak harus menjadi pekerja perusahaan atau Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun saat ini seluruh pekerjaan non ASN pun seperti perangkat desa, petani bahkan usaha kecil, bisa mendapatkan pensiunan dihari tuanya. Dengan syarat masuk menjadi kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.
Dijelaskan Direktur Perisai BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Gunungkidul Sukiyati, S.Pd, program yang dicanangkan dengan sasaran pada Perangkat Desa, dalam rangka membantu harapan pemerintah untuk memberikan kesejahteraan masyarakat, khususnya Perangkat Desa, petani, dan pekerja di luar ASN.
Ia membeberkan tiga program yang dicanangkan BPJS:
Ikut kepesertaan JHT akan mendapatkan uang pensiun seperti PNS (Taspen). Ini akan diberikan setelah masa purna tugas sebagai Perangkat Desa atau sudah menjadi kepesertaan BPJS selama 15 tahun. Jika peserta meninggal akan jatuh pada suami atau istri sampai ada anak yang kedua maksimal berumur 23 tahun.
Kemudian lebih lanjut ia menjelaskan, JKK merupakan wujud perlindungan bagi pekerja apabila mengalami kecelakaan kerja dengan biaya unlimited atau tidak dibatasi. Kepesertaan JKK akan mendapat tiga manfaat diantaranya:
BPJS Gunungkidul, sambungnya, saat ini sudah menjalin kerjasama dengan 4 rumah sakit. Diantaranya: RSUD Wonosari, RS Panti Rahayu, Kelor, Karangmojo, RS Nur Rohmah, Gading, Playen, dan RS Pelita Husada, Semanu.
Program yang terakhir JKM, apabila peserta meninggal dunia, ahli warisnya akan menerima santunan Rp. 24 juta plus biasisiswa Rp. 12 juta jika masih ada anak yang bersekolah.
Dia menambahkan program yang ditawarkan untuk petani dan masyarakat yang layak menjadi kepesertaan BPJS akan mendapatkan fasilitas sama dengan program untuk Perangkat Desa.
Iuran per bulanya sebesar Rp.36.800,- terbagi untuk tiga program,
JHT, Rp. 20 ribu/bulan
JKK, Rp. 10 ribu/bulan, dan
JKM Rp. 6.800/ bulan.
Sukiyati, S.Pd: Program BPJS Ketenagakerjaan Bagi Pegawai Non ASN. (joko)
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta, M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, Sebanyak 1.054 lulusan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode IV…