PERBEDAAN PENGGUNAAN ISTILAH KETUA DAN KEPALA

90

WONOSARI – Sabtu Kliwon | Ada perbedaan mendasar antara kedua nomenklatur atau titelatur “ketua” dan “kepala”.  Kalau tidak dipahami dengan baik dapat menimbulkan kerancuan dalam manajemen pengambilan keputusan.

Organisasi yang menggunakan nomenklatur ketua, maka prinsip dan hubungan kerja antara ketua dan wakil ketua berlaku “kolektif kolegial”. Artinya ketua dan wakil ketua dalam mengambil keputusan  atas dasar musyawarah mufakat.

VIDEO TERBARU :

Organisasi yang menggunakan nomenklatur ketua antara lain MPR, DPR RI, DPD, DPRD dan Pengadilan.

Berbeda dengan nomenklatur kepala. Titelatur ini  memiliki kekuasaan tunggal/absolut. Pengambilan keputusan dapat dibuat, dikeluarkan dan dipertanggungjawabkan secara mandiri.

Organisasi yang menggunakan nomenklatur kepala antara lain: kepala daerah,  kepala dinas, kepala badan kepala desa/kelurahan.

Apabila dalam organisasi  terdapat jabatan “wakil kepala” maka uraian pekerjaan/job description wakil kepala hanya sebatas mewakili kepala jika kepala berhalangan dan atau mendapat tugas lain yang diberikan oleh kepala. Semua keputusan institusi hanya dapat dilakukan dan dipertanggungjawabkan oleh kepala.

(Bambang Krisnadi – mantan anggota DPRD DIY)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.