PERISTIWA

Pergaulan Dan Kekerasan Seksual Sebabkan Pernikahan Usia Dini di Gunungkidul Tinggi

WONOSARI-SELASA LEGI | Angka pengajuan dispensasi menikah di Gunungkidul sepanjang 2020 lalu mengalami lonjakan. Hal ini menunjukkan bahwa pernikahan usia dini masih kerap terjadi, lantaran yang mengajukan kebanyakan berstatus pelajar.

Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, DP3AKBPMD Gunungkidul, Rumi Hayati mengatakan bahwa, ada tren perubahan penyebab dari pernikahan dini. Yang pertama dulunya karena faktor orang tua, namun untuk sekarang lebih karena pergaulan. Menurutnya, tingginya pernikahan dini di Gunungkidul awalnya karena gengsi orang tua yang ingin anaknya cepat menikah.

“Selain itu, mereka berharap beban ekonomi bisa berkurang dengan pernikahan tersebut,” ujar Rumi ditemui pada Selasa (05/01/2021) katanya.

Hal itu justru kemudian menyebabkan tingginya angka kematian bayi yang baru lahir. Pasalnya secara fisik dan mental, Rumi menyebut perempuan remaja belum siap untuk mengandung.

“Akhirnya terbit Peraturan Bupati Nomor 36/2015 tentang Pencegahan Pernikahan Usia Anak,” jelasnya.

Namun saat ini, pergaulan remaja ditambah keterbukaan informasi tanpa kontrol orang tua menjadi faktor penyebab. Sebab pernikahan dini kini didominasi oleh kehamilan yang tak diinginkan.

Kekerasan seksual juga menjadi faktor penyebab pernikahan dini, sebab itu menjadi dalih untuk menutupi kehamilan yang dianggap “aib”. Hingga November 2020, DP3AKBPMD Gunungkidul mencatat 28 laporan kekerasan seksual, didominasi perempuan sebagai korban.

“Upaya yang kami lakukan adalah mendorong masyarakat agar berani melapor jika terjadi kasus kekerasan seksual, sehingga bisa ditangani,” papar Rumi.

Sosialisasi menekan pernikahan dini pun digencarkan, di mana sasarannya adalah remaja, orang tua, hingga masyarakat luas. Harapannya, orang tua melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya. (Hery)

infogunungkidul

Recent Posts

Pertamina Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Hingga 2026 PT

PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…

3 hari ago

Tabrak Honda Beat, Seorang Pelajar Meninggal Dunia di TKP

GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

2 minggu ago

JAPFA dan LPER Resmikan Kemitraan Strategis

GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…

2 minggu ago

UNS Wisuda 1.082 Mahasiswa Periode VII Tahun 2026

SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…

2 minggu ago

Unjuk Rasa di Yogya Berlangsung Aman

YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…

3 minggu ago

Pendidikan Khas Kejogjaan Masuk Kurikulum Perguruan Tinggi

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…

4 minggu ago