Perintah Presiden, Dana Desa Sebagian Untuk Padat Karya Tunai

144

WONOSARI, Rabu Wage –Total dana desa 2018 adalah Rp 60 trilyun, disebar di 74 ribu desa. Presiden memerintahkan, sebagian (20%) diarahkan untuk padat karya tunai. Tujuan utama, guna menciptakan lapangan kerja, sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.

Jokowi tidak berminat menyalurkan bantuan langsung tunai, sebagaimana dilakukan SBY. Dia, sepintas mengkalkulasi, tiap desa per hari mengerahkan 200 tenaga kerja (naker) diupah harian.

“Dihitung 200 orang, kali 74 ribu desa,  hampir 15 juta tenaga kerja terserap,” papar Jokowi, di detik.com

Menyinggung kategori naker Presiden menjelaskan, bawa ada dua kategori, pertama naker jangka pendek, kedua naker jangka panjang. Mereka diupah berbeda, yang pertama Rp 60.000,00 yang kedua Rp 65.000,00 per hari.

Bahkan, saat berkunjung ke Desa Banyuurip, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan, Senin (22/1), Presiden menyebutkan upah naker Rp 90.000,00 per hari. .

Sebagaimana dikutip dari http://setkab.go.id/padat-karya-tunai, naker diupah harian atau mingguan dan bukan bulanan untuk memperkuat daya beli masyarakat yang cenderung melemah.

Kabupaten Gunungkidul terdiri atas 144 desa. Merujuk perintah Presiden, bisa dihitung 144 x 200 hari orang kerja (HOK), padat karya tunai bakal menyerap 28.800 pekerja per hari.

Padat karya tunai kabarnya dilaksanakan selama 50 hari. Terkait hal itu, uang yang diterima warga bisa mencapai 28.800 x 50 x Rp 60.000,00 = Rp 86.400.000.000,00.

Realita lapangan semacam apa, belum terkonfirmasi karena Januari 2018, kabarnya dana desa belum masuk ke rekening desa. Redaksi




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.