WONOSARI – Sabtu Pon | Daftar pemilih pada pemilu, baik itu pilpres, pileg maupun pilkada selama ini selalu bermasalah, sementara daftar pemilih pada pilkades di Gunungkidul, relatif mulus tanpa protes.
Mengapa daftar pemilih pada pilkades bisa jos, tetapi daftar pemilih pemilu terus saja bermasalah, banyak dipertanyakan publik. Patut diduga, daftar pemilih pemilukada serentak 23 September 2020 mendatang pun tidak akan lepas dari masalah yang sama. Artinya, carut marut daftar pemilih masih akan terjadi. Disarankan, KPU memberdayakan Ketua RT menjadi petugas Pantarlih, kalau undang-undang memungkinkan.
Is Sumarsono, SH, Ketua Bawaslu Gunungkidul yang juga mantan komisioner KPUD Gunungkidul menengarai, bahwa carut marut daftar pemilih, berkaitan erat dengan sistem yang dipilih dan digunakan KPU.
“Lebih terletak pada masalah sistem. Aplikasi Sidalih KPU cenderung menimbulkan masalah,” ujar Is Sumarsono, (26/07).
Diminta menjelaskan lebih rinci mengenai persoalan sistem itu, Is Sumarsono menyatakan, secara teknis penjabaran tersebut adalah kewenangan KPUD. Menurutnya, hal tersebut bukan ranah Bawaslu.
Sementara menurut mantan Kepala Dinas Dukcapil Gunungkidul, Eko Subiantoro, persoalan daftar pemilih pemilu yang nyaris tidak pernah rapi adalah berkaitan dengan cara kerja KPU.
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…
SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…
YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…
BABTUL - KAMIS WAGE, KABUPATEN Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta diguncang gempa bumi tektonik dengan…