Persoalan Anggaran, EWS Rusak Belum Diperbaiki

114

WONOSARI-KAMIS WAGE | Setidaknya 30 unit Early Warning System (EWS) longsor dan 7+1 EWS tsunami di Kabupaten Gunungkidul mengalami kerusakan. Alat tersebut belum diperbaiki hingga kini lantaran terbentur anggaran.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Edy Basuki mengatakan bahwa, beberapa unit alat tersebut rusak. Hingga saat ini tinggal 10 EWS longsor dan 1 EWS tsunami yang masih aktif.

“Pengelolaan EWS longsor sebenarnya sudah diserahkan pada tiap kalurahan terkait,” Katanya melalui telepon, Rabu (07/04/2021) sore.

Edy mengatakan, Sedangkan EWS tsunami masih menjadi kewenangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Namun ia menyebut pihak kalurahan belum bisa melakukan perbaikan EWS longsor lantaran minimnya anggaran. Hal serupa juga dialami BPBD Gunungkidul.

“Anggaran kami juga minim, dan harus berbagi untuk operasional dan berbagai kegiatan,” jelas Edy.

Alasan kondisi tersebut, sejauh ini pihaknya baru dapat melaporkan kerusakan EWS ke pemerintah pusat dan provinsi.

Harapannya, ada bantuan dana yang dikucurkan untuk perbaikan. Sebagai alternatif, BPBD Gunungkidul memilih meningkatkan kapasitas mitigasi bencana baik di masyarakat ataupun infrastruktur pendukung, khususnya di kawasan pantai.

“Belum lama ini kami bekerjasama dengan Dinas Pariwisata hingga SAR untuk penguatan tersebut,” kata Edy.

Penguatan fisik dilakukan, Menurut Edy, dengan memperkuat jaringan internet serta menambah fasilitas pengeras suara. Utamanya di kawasan Pantai Kukup, Baron, dan Krakal.

Ditambahkan Edy, pengeras suara sangat berguna untuk memberikan peringatan dini bagi warga. Sedangkan jaringan internet akan mempermudah warga mendapatkan info terkini mengenai potensi kebencanaan.

“Biaya perbaikan mahal, bisa capai Rp 25 juta,” pungkasnya. (Heri)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.