PERTANIAN BUDAP TIDAK MEMUSUHI PEDAGANG KELILING

674

INOVASI Pertanian Budap yang orisinil lahir di Bumi Gunungkidul ini bukan hasil penelitian yang layaknya dilakukan oleh para akademisi. Ide Pertanian Budap lahir sebatas pengamatan atas gerakan sebagian petani kreatif yang terdorong oleh mendesaknya kebutuhan ekonomi lingkup dapur.

Produk Pertanian Budap tidak ada maksud memerangi atau memusuhi pedagang keliling yang menawarkan hasil pertanian dari rumah ke rumah, sama sekali tidak.

Berdasarkan pengamatan bertahun-tahun, Pertanian Budap merupakan kreasi yang secara logika masuk akal dan sangat manusiawi.

Selain untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Pertanian Budap bisa mempercantik teras rumah, dan tidak harus menyingkirkan tanaman hias yang dipiara bertahun-tahun untuk keasrian ruang dan halaman rumah. Pertanian Budap, bahkan melengkapi keindahan lingkungan dan memiliki manfaat ekonomi.

Lurah Kepek Kapanewon Wonosari Bambang Setiawan Budi Santoso, juga Jogoboyo Desa Salam Patuk Gunungkidul, Ngadija adalah pionir Pertanian Budap yang tidak pernah lelah memprovokasi warganya untuk berkarya demi kesejahteraan bersama.

Kegiatan dua promotor Pertanian Budap itu sejalan dengan konsep untuk mewujudkan wilayah kabupaten Gunungkidul sebagai pusat pengembangan usaha yang bertumpu pada pertanian, perikanan, kehutanan dan sumberdaya lokal untuk mendukung destinasi wisata menuju masyarakat yang berdaya saing, maju, mandiri dan sejahtera (RPJMD 2021-2026, Bab II halaman 9).

(Bersambung, Bambang Wahyu Widayadi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.