SAPTOSARI, KAMIS WAGE-Warga Dusun Kanigoro, Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, secara mandiri mulai menggarap pantai Torohudan. Pesisir yang satu ini sedang dalam proses pecermatan Dinas Pariwisata Gunungkidul.
Pesisir yang masih perawan ini belum banyak dikunjungi wisatawan. Pradito Rida Pertana dari detikTravel mencoba mempromosikan Torohudan (18/12).

Pesisir yang masih perawan ini belum banyak dikunjungi wisatawan/ detikcom
Lokasi pantai, berdasarkan laporan Pradito sangat terpencil, diapit dua tebing karang. Untuk merapat ke sana, pengunjung tidak bisa menggunakan kendaraan. Wisatawan harus berjalan kaki menbelah ladang penduduk.

Wisatawan harus berjalan kaki menbelah ladang penduduk/ detikcom
Hingga akhir Desember 2018, Pantai Torohudan belum ditangani Pemerintah. Pegelolaan sepenuhnya masih berada di tangan warga setempat. Fasilitas tempat wisata pun hanya seadanya. Termasuk jalan desa menuju ke Torohudan, belum diaspal.

Wisatawan harus berjalan kaki/ deitkcom
Pesisir Torohudan termasuk pantai yang tidak panjang dan luas. Meski fasilitas terbatas, pengunjung mulai dipungut retribusi atau karcis masuk sebesar Rp 5.000,00 dan parkir Rp 5.000,00.
Harry Sukmono, Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, mengakui, bahwa pemerintah belum bisa memberikan fasilitas yang layak.
“Iya , akses jalan memang belum memadai,” ujar Harry, (19/12).
Diakui terang-terangan, bahwa Dispar juga belum bisa memberikan fasilitas pendukung yang lain. Alasannya, Dinas harus mencermati terlebih dahulu terkait status lahan, jalan dan yang lain.
“Setelah itu, baru bisa disiapkan dokumen perencanaanya,” tegas Harry. (Agung)













