PEMERINTAHAN

Petani Muda Gunungkidul Digodok Dalam Belanga YESS

Petani Gunungkidul diklaim umurnya sudah lanjut usia 60 tahun ke atas, sementara mereka tidak melakukan kaderisasi. Untuk itu Pemerintah menyodorkan wadah regenerasi dalam bentuk YESS.

Rismiyadi, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan menyatakan, pemerintah Gunungkidul bakal membina petani muda 19-39 tahun untuk keperluan regenerasi.

“Tahun 2023 Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul memprogram Young Entrepeneur Support System (YESS) bagi kawula muda,” ujar Rismiyadi, kepada awak media di ruang kerjanya, 13-2-2023.

Dia menjelaskan, YESS merupakan program kerjasama antara Kementerian Pertanian melalui badan penyuluhan pengembangan sumber daya manusia pertanian dengan International Fun Agricultural Development (IFAD).

Untuk DIY, terang Rismiyadi, yang melaksanakan program YESS hanya Gunungkidul dan Sleman.

Program YESS direncanakan berlangsung tiga tahun, dimulai 2023 berakhir 2025. Meski demikian, Rismiyadi belum menyebutkan, berapa ribu pemuda yang bakal dilibatkan di dalam program YESS yang dimaksud.

“Kami masih menunggu kuota dan persyaratan teknis dari Kementrian Pertanian,” tegas Rismiyadi.

Dikutip dari data yang diterbitkan BPS dalam rilis 2021, angkatan kerja potensial usia 19 hingga 39 tahun, di Gunungkidul sejumlah 204.613 orang.

Angkatan kerja sebesar itu tersebar di 1.431 Padukuhan. Secara teknis, seperti apa pembinaan wirausahawan muda bidang pertanian juga belum dijelaskan secara detail. Baru dicicil, bahwa mereka diarahkan ke sektor usaha holtikultura yang prospeknya menggairahkan.

Selama tiga tahun 2023-2025, wirausahawan muda bidang pertanian Gunungkidul yang digodok dalam belanga program YESS sengaja dipersiapkan menghadapi perdagangan bebas ASEAN.

Rezi Ryantino dari Universitas Riau menggambarkan, bahwa Indonesia memang butuh generasi muda
yang mahir berwirausaha agar tidak menjadi
penonton di negeri sendiri.

Itu menyebabkan, kata dia, indonesia hanya menjadi pasar produk asing. Barang luar akan terus
membanjiri pasar dalam negeri karena memang Sudah dimulai sejak era perdagangan bebas ASEAN.

(Bambang Wahyu)

infogunungkidul

Recent Posts

Indikasi Praktik Manipulasi TPR Baron, DPRD Minta Audit Menyeluruh

GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON, Persoalan tata kelola pendapatan sektor pariwisata khususnya wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, masih…

4 hari ago

Lupa Matikan Kompor, dua Rumah Ludes Terbakar Berikut Perhiasan dan Uang Tunai

TANJUNGSARI - SENIN KLIWON, Rumah milik Karim (71) warga Padukuhan Panggang 02/10, Kalurahan Kemiri, Kapanewon…

5 hari ago

Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa

YOGYAKARTA-SENIN KLIWON, Lintas generasi alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar acara halalbihalal nasional di Swiss-Belresidences…

5 hari ago

Kronologi Lengkap Penemuan Mayat Kering di Dalam Mobil Terparkir

YOGYAKARTA - MINGGU WAGE, warga Dusun Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, provinsi DIY…

5 hari ago

Diduga Mencuri Sepeda Gunung, Oknum Anggota SatPol PP Diamankan Polisi

WONOSARI - SABTU PON, Sebuah  tamparan keras institusi pemerintahan kembali terjadi. Kali ini RDS alias…

1 minggu ago

DPPPAPPKB dan Polres Gunungkidul Bersinergi Kawal Kasus Asusila Anak di Bawah Umur

GUNUNGKIDUL – RABU KLIWON, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana…

1 minggu ago