Petani Pusing, Akibat Cuaca Buruk Tanaman Cabai Alami Mati Layu

230

KARANGMOJO-KAMIS WAGE | Harga cabai yang menembus Rp 150 ribu rupiah ternyata tak berdampak bagi kesejahteraan para petani. Pasalnya, sejumlah petani di Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo ini justru mengalami penurunan jumlah panen cabai mengingat musim penghujan yang tinggi yang menyebabkan tanaman cabai milik petani mati hingga 60 persen.

Bagaimana tidak, kenaikan harga cabai yang seharusnya dibarengi dengan penghasilan yang naik justru tidak dirasakan oleh para petani ini. Pasalnya, tanaman cabai milik mereka kini mati layu. Tak tanggung – tanggung, kematian tanaman cabai milik petani mencapai 60 persen bahkan lebih.

Matinya tanaman cabai yang ada dikarenakan para petani kini menghadapi musim penghujan yang berdampak pada tidak ke kontrolnya jumlah asupan air pada tanaman cabai. Jumlah air yang banyak ini berdampak pada tanaman cabai yang mengalami yang mengalami busuk hingga menyebabkan mati layu.

“Banyak tanaman cabai yang tiba-tiba membusuk hingga menyebabkan pohon cabai mati tiba tiba,” kata Arif Sulistyo, Kamis (04/03/2021) siang.

Ia pun mengaku pasrah dengan kondisi yang dialami saat ini. Dari 1000 lebih tanaman cabai yang ditanamnya, mengalami mati layu sebanyak lebih dari 600 batang, sehingga hanya dapat dipanen sebanyak 400 lebih batang. Hal tersebut tentu saja mempengaruhi jumlah panen mereka yang secara signifikan.

Menurutnya, Jika pada hari normal, dalam sekali panen petani dapat memanen antara 70 – 90 kilogram panen. Namun karena mengalami mati layu jumlah panen hanya berkisar 20 kilogram saja. Meski banyak tanaman mati, para petani mengaku tetap bersyukur meskipun hanya pas buat memulihkan modal tanaman mereka.

“Saya harap pemerintah dapat memberikan subsidi pupuk agar para petani ini tidak mengalami kerugian yang lebih banyak, sebab selama musim tanam ini para petani secara mandiri menyediakan pupuk yang menghabiskan jutaan rupiah selama musim panen,” pungkasnya. (Heri)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.