PEMERINTAHAN

Petugas SP 2020 Lanjutan Isi Data Wawancara Main HP, Responden Dapat Salah Paham

WONOSARI-SABTU LEGI | \Sensus Penduduk (SP 2020) Lanjutan akan dilaksanakan pada 15 Mei hingga 30 Juni 2022. Sebanyak 190 petugas nantinya akan menyasar 9.968 responden di Kabupaten Gunungkidul yang tersebar di 18 Kapanewon.

Statitisi Ahli Utama, Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Sentot Bangun Widoyana, MA dalam sosialisasi SP 2020 di ruang rapat Handayani, Kabupaten Gunungkidul, Kamis (28/4/2021) lalu memaparkan, bagi rumah tangga yang terpilih sebagai sampel responden diharapkan meluangkan waktu sejenak untuk menerima kedatangan petugas sensus dan memberikan jawaban atas setiap pertanyaan dengan benar dan jujur.

Lebih lanjut dijelaskan, dalam pelaksanaannya nanti, petugas sensus menggunakan metode Computer-Assisted Personal Interview (CAPI) yaitu pendataan online dibantu oleh petugas menggunakan gawai, sekaligus dilakukannya suatu wawancara.

“Bila nanti petugas saat tanya jawab dengan bapak ibu sering melihat HP bukan berarti tidak menghargai atau tidak sopan, tetapi karena sedang mengisikan data jawaban bapak ibu secara online, saya harap hal ini jangan salah paham” jelas Sentot.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Gunungkidul, Rintang Awan Eltribakti Umbas, S.Si, M.Si menyampaikan, rangkaian kegiatan Sensus Penduduk 2020 terbagi dalam dua tahap.

Tahapan pertama penduduk Indonesia dicatat dengan menggunakan kuisioner sederhana (shot form) pada tahun 2020 dan pada tahap kedua BPS melakukan pendataan secara lebih rinci kepada rumah tangga yang menjadi sampel.

Pada tahap, lanjutnya kedua indikator lebih lengkap seperti demografi, karakteristik penduduk, perpindahan penduduk, pendidikan, disabilitas, kelahiran, kematian, dan perumahan dengan jumlah pertanyaan sebanyak 83 pertanyaan untuk tiap rumah tangga sampel.

Eltribakti menambahkan, SP 2020 Lanjutan, BPS Gunungkidul menerjunkan sebanyak 190 petugas sensus. Adapun jumlah responden rumah tangga sampel yang akan didata ada 9.968 yang tersebar di 18 Kapanewon.

“Sebelumnya petugas akan berkoordinasi dengan aparat lingkungan setempat (RT/RW) sebelum melakukan pendataan. Untuk petugas berasal dari warga sekitar jadi tidak usah takut, bantu kami mencatat Indonesia,” tutup Eltribakti. (Agus SW)

infogunungkidul

Recent Posts

Kecelakaan Beruntun, Seorang Pemotor Meninggal Dunia

GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…

6 hari ago

Melintas di Bokong Semar, Truk Tronton Terguling

BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…

2 minggu ago

28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Empat Dekade

JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…

3 minggu ago

“Adu Banteng” Vario Vs Supra dua Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

3 minggu ago

Gorok Leher Sendiri, Pria Asal Gunungkidul Ditemukan Tewas

SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…

3 minggu ago

Waspada! Diduga Ulah Maling, 3 Warga Nglipar Kehilangan Emas dan Uang Tunai

GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…

4 minggu ago