Secara politik proses pilkada Gunungkidul 2020 adalah normatif, sesuai perintah undang-undang. Tetapi di balik proses menuju pesta demokrasi ada kepentingan ekonomi para pemilik modal, yang melahirkan efek sosial juga budaya.
Paling tidak, meminjam istilah Mbah Bardi, Ketua DPD Partai NasDem DIY menjadi berkeliaran broker pemburu tanah, (lihat di: https://youtu.be/x_wXjmY7QC0).
VIDEO TERBARU :
Sejengkal batu karang yang kini berubah menjadi Teras Kaca di sekitar Pantai Gesing, Desa Girikarto, Kecamatan Panggang, berpindah hak milik, dari penduduk ke tangan pemilik modal.
Pantai Gunungkidul sepanjang 71 km apa akan bernasib seperti Teras Kaca?
Semua itu akan ditentukan dalam waktu sehari, yaitu pada Rabu 23 September 2020, pada saat pemilihan Bupati.
Tidak boleh dianggap sepele hasil pilkada 2020 akan membawa Gunungkidul ke corak peradaban kapitalistik.
( Bambang Wahyu Widayadi )
NGLIPAR - SENIN PAHING, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON, Persoalan tata kelola pendapatan sektor pariwisata khususnya wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, masih…
TANJUNGSARI - SENIN KLIWON, Rumah milik Karim (71) warga Padukuhan Panggang 02/10, Kalurahan Kemiri, Kapanewon…
YOGYAKARTA-SENIN KLIWON, Lintas generasi alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar acara halalbihalal nasional di Swiss-Belresidences…
YOGYAKARTA - MINGGU WAGE, warga Dusun Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, provinsi DIY…
WONOSARI - SABTU PON, Sebuah tamparan keras institusi pemerintahan kembali terjadi. Kali ini RDS alias…