EKONOMI

Pinjam Rp 5 Juta, Macet 5 Tahun Bengkak Jadi Rp 30 Juta

PATUK, Jumat Legi–Ramelan, warga RT 29/07, Padukuhan Putat Wetan, Desa Putat, Kecamatan Patuk, pada tahun 2005 meminjam Rp 7 juta ke Koperasi Kredit KSP Marsudi Mulyo. Selama 12 tahun macet, pinjaman membengkak menjadi Rp 30 juta. Tanah dan rumah diumumkan mau dilelang. Saat ini urusannya ditangani pengacara.

“Awal pinjaman saya Rp 7.000.000,00, tetapi telah saya cicil, sehingga sisa pokok pinjaman tinggal Rp 5.368.500,00” ujar Ramelan membuka dokumen (13/10).

Hitungan sisa pokok pinjaman tersebut, menurut Ramelan dirinci oleh KSP Kopdit Marsudi Mulyo per bulan April 2012. Persoalannya, lanjut Ramelan, ada pembekuan kredit macet terkait gempa 27 Mei 2006.

Setelah dihitung ulang, 2008 macet, sampai April 2012 total pinjaman menjadi Rp 14.470.475,00. Rinciannya,  pokok pinjaman Rp 5.368.500,00, bunga terhutang Rp 8.565.395,00 serta denda sebesar Rp 535.850,00.

“Sambil menyodorkan rincian itu pengurus koperasi memasang patok bertuliskan, bahwa pekarangan saya dijual oleh Kopdit,” ujar Ramelan.

Dia mengaku memang  menandatangani kesepatan bersama, bahwa rumah dan pekarangan bakal dijual lelang oleh KSP Kopdit Marsudi Mulyo.

Tanah seluas 1086 meter persegi nomor sertifikat 13.02.10.00553  dijual guna mengembalikan pinjaman, sisanya dikembalikan kepada dirinya.

“Kesepakatan bersama saya tandatangani bersama Diran selaku manager KSP  Kopdit Marsudi Mulyo,” imbuh Ramelan.

Ramelan bingung, karena salah satu isi Surat Kesepakatan itu menyebutkan, tanggungannya bukan Rp 14.470.475,00, tetapi Rp 16.972.200,00.

“Sebelum tanah laku dijual, bisa memperoleh status kepemilikan lagi dengan membayar Rp 16.972.200,00, tanpa syarat,” demikian bunyi poin 1.1 kesepakatan yang dimaksud.

Ramelan tambah pusing ketika Mei 2017 diberitahu Triyana, pengurus Kopdit, bahwa dia cukup membawa uang Rp 10 juta, agunan bisa diambil.

Dua bulan berikutnya ada susulan pemberitahuan pinjamannya membengkak menjadi Rp 30.000.000,00.

“Ini yang benar yang mana ? Jumlah hutang kok naik turun ?” keluhnya.

Menyusul info terbaru 13/10/17, dari Sri Purwantiningsih, SH selaku kuasa hukum KSP Kopdit Marsudi Mulyo. Pengacara dari YLBH ini mengatakan, pinjaman Ramelan Rp 25.000.000,00.

 

Reporter: Agung Sedayu

infogunungkidul

Recent Posts

Smart Batik Indonesia Kembangkan Ekosistem Batik Sawit di Yogyakarta

YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…

1 hari ago

Dugaan Malpraktik RSUD Wonosari akan Dibawa ke-Majelis Disiplin Profesi

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…

2 hari ago

Veda Ega Pratama Pembalap Indonesia Asal Gunungkidul Mengukir Sejarah Besar

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…

2 hari ago

Kekeringan di Gunungkidul, UPZ UP45 Salurkan Puluhan Ribu Liter Air Bersih di Ngawen

GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…

4 hari ago

Puluhan Gambar Muncul, Berikut Hasil Lengkap Bukaan Cupu Kyai Panjala

GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON. Upacara adat tradisi pembukaan Cupu Kyai Panjala dilaksankan pada hari ini,…

7 hari ago

Hari Jadi ke-196, Bupati – Wakil Bupati Gunungkidul Kian Memanas

GUNUNGKIDUL - MINGGU PON, Beberapa agenda kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196 terlaksana dengan…

1 minggu ago