Pokdarwis Alam Asri Pantai Gesing Merasa Dijegal Pemerintah Desa Girikarto

248

PANGGANG, (Jumat Pon) – Pokdarwis Alam Asri pengelola pantai Gesing Desa Girikarto geram terhadap sikap Pemerintah Desa setempat. Alam Asri merintis wisata Pantai Gesing sejak tahun 2003 tetapi dijegal oleh Kepala Desa. Dia tidak memberi legalitas pungutan bea masuk wisatawan.

Ketua Pokdarwis Alam Asri, Sargiyono menceritakan, kebijakan Kepala Desa tidak berpihak kepada masyarakat khususnya Pokdarwis Alam Asri. Sementara sebelum Dinas Pariwisata memberlakukan retribusi wisatawan sebesar RP 10.000,00, kepada Alam Asri, Kepala Desa telah mengeluarkan Peraturan Desa Nomor 13 Tahun 2015 Tentang Pungutan Desa.

“Pokdarwis tidak keberatan ada retribusi, tapi kita yang babat alas berjuang memberdayakan masyarakat jangan diabaikan begitu saja. Paling tidak Alam Asri diberi payung hukum oleh Desa atau Kabupaten yang mengatur tentang adanya pungutan,” ujar Sargiyono, (17/01).

Dia mempertanyakan sikap Pemerintah Desa Girikarto yang menerbitkan keputusan melalui rapat tanpa melibatkan Pokdarwis Alam Asri. Keputusan itu menyebutkan, Pemdes tidak menemukan Perdes Nomor 13 tahun 2015 Tentang Pungutan Pantai Gesing.

“Perdes nomor 13 tahun 2015 itu dibuat Pj Kades. Kepala Desa saat ini menyatakan tidak menemukan dokumennya, namun setelah saya tanyakan Kades tidak mau mengklarifikasi, bahwa apakah itu bisa dibenarkan atau tidak,” imbuh Sargiyono.

Menurut Sargiyono, dalam rapat ada manipulasi data, undangan disebutkan 11 orang, tetapi yang hadir hanya 5 orang. Tandatangan 6 orang diedarkan dari rumah ke rumah,” tegasnya.

Sebelum muncul keputusan desa yang menyatakan tidak menemukan Perdes Nomor 13 tahun 2015, Pemdes bersedia menerima 10 persen pungutan atau Rp 5.000,00 per wisatawan dari Pokdarwis Alam Asri untuk Pendapatan Asli Desa (PADes). Menurut Sargiyono ini aneh.

Penulis          : Fajar/Ig
Foto Utama  : Ketua Pokdarwis Alam Asri, Sargiyono



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.